14 January 2026

Get In Touch

Kala Aroma Makanan Kian Populer di Industri Parfum

Kala Aroma Makanan Kian Populer di Industri Parfum

SURABAYA ( LENTERA ) - Industri parfum global diramaikan tren baru yang berbeda dari biasanya. Wewangian yang terinspirasi dari aroma makanan kini semakin banyak digunakan, menggantikan dominasi aroma bunga dan rempah klasik. Parfum dengan nuansa rasa yang akrab di indra penciuman ini dikenal sebagai gourmand, yakni aroma yang cenderung manis atau gurih yang mengingatkan pada makanan dan minuman favorit kita. 
Tren gourmand berkembang seiring meningkatnya kreativitas perancang parfum dan keinginan konsumen akan wewangian yang lebih personal. Selain aroma yang popuer seperti vanilla dan karamel, berbagai kombinasi unik bermunculan, mulai dari kopi, pistachio, hingga aroma buah-buahan tropis yang kini banyak ditemukan dalam koleksi parfum.  

Aroma vanila tetap menjadi favorit utama karena kesan manis, hangat dan menenangkan.  sementara karamel memberikan aroma manis seperti toffee dan kerap digunakan untuk menambah karakter lembut pada komposisi parfum. Kombinasi ini tak hanya memanjakan indera penciuman, tetapi juga sering dipilih untuk menciptakan kesan elegan dan menggugah selera. 
Selain aroma vanilla dan karamel, aroma cokelat dan kopi juga semakin populer dan menyegarkan  menjadi favorit dalam parfum gourmand modern. Cokelat dikenal dengan kesan manis dan pahit dari kakao. Tidak ketinggalan, pistachio yang creamy dan sedikit pedas kini mulai menarik perhatian pecinta wewangian dan akan menjadi aroma yang banyak diminati. 

Tak hanya aroma manis yang familiar, industri wewangian kini merahmbah ke ranah yang lebih unik, Aroma biji-bijian semakin populer, teritama di kalangan milenial dan Gen Z. Aroma biji-bijian dikenal karena kelembutannya dan dapat dipasarkan untuk penggunaan sehari-hari, memberikan kesan nyaman. 
Menariknya, kreator parfum kini makin berani mengeksplorasi aroma tak terduga seperti nasi, stroberi mochi, hingga stroopwafel. Beberapa kreasi bahkan memadukan unsur seperti matcha dengan aroma tanah yang sedikit pahit namun creamy, menarik bagi mereka yang mencari wewangian yang canggih dan menenangkan. 

Wewangian gourmand menunjukkan bahwa perubahan selera konsumen yang kini tidak hanya mencari parfum yang harum, tetapi juga pengalaman sensorik yang mampu membangkitkan kenangan dan emosi. Dari yang sebelumnya hanya tren kecil, parfum gourmand kini berkembang mejadi salah satu sorotan utama dalam industri parfum global, dengan potensi terus berkembang di masa mendatang. 
Parfum gourmand menggunakan komposisi bahan yang bisa ditemukan dalam makanan atau minuman. 

Vanilla – Manis, Lembut, dan Hangat

Vanilla adalah bintang utama dalam banyak parfum gourmand. Aromanya hangat, creamy, dan lembut, memberikan efek yang menenangkan dan romantis. Vanilla sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti amber atau musk untuk menciptakan aroma yang lebih dalam. Sangat cocok untuk yang suka aroma lembut dan elegan dengan sentuhan sensual.

Cokelat – Kaya, Mewah, dan Sedikit Pahit

Cokelat memberikan kesan gourmet dan elegan dalam parfum gourmand. Aroma dark chocolate yang sedikit pahit bisa menambahkan dimensi kemewahan pada parfum, sementara milk chocolate lebih playful dan youthful. Direkomendasikan untuk yang ingin parfum dengan nuansa deep dan sophisticated.

Caramel & Praline – Manis dengan Sentuhan Gurih

Caramel dan praline menciptakan aroma yang kaya, buttery, dan sedikit smoky. Wanginya mirip seperti permen karamel yang sedang dilelehkan terasa lembut, legit, dan menggoda. Aromanya terkesan playful dan berani.

Kopi – Aromanya Bold, Hangat, dan Penuh Energi

Beberapa parfum gourmand mengandung coffee notes, memberikan aroma yang strong, roasted, dan sedikit pahit. Kombinasi kopi dengan vanilla atau cokelat sering kali menghasilkan parfum yang berkelas dan modern. Cocok untuk yang suka aroma maskulin tapi tetap manis dan hangat.(Nabilla – UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.