SURABAYA ( LENTERA ) - Di tengah kondisi cuaca yang kian tidak menentu dan cenderung ekstrem, daya tahan tubuh menjadi lebih mudah melemah sehingga risiko terserang penyakit meningkat. Salah satunya adalah flu, termasuk jenis super flu yang kini telah mulai terdeteksi di Indonesia.
Penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus ini dapat menular dan menyebar dengan cepat, Ladies. Jika tubuh kita tidak memiliki benteng pertahanan yang kuat, kita akan lebih mudah terinfeksi flu. Tentunya, terjangkit flu di awal tahun, terutama di tengah jadwal kegiatan yang padat, akan mengganggu produktivitas dan kinerja kita.
Demi meminimalisasi risiko infeksi flu, yang bisa dilakukan adalah menjaga dan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat, mulai dari beristirahat yang cukup, berolahraga dengan rutin, dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Buat meningkatkan imunitas, ada beberapa jenis makanan yang bisa kamu konsumsi. Tidak hanya nikmat di lidah, makanan-makanan ini juga mudah ditemui di pasaran. Simak penjelasan yang telah dirangkum berikut ini.
Buah-buahan citrus
Sudah menjadi rahasia umum bahwa buah-buahan citrus sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dikutip dari Independent, buah jeruk sampai lemon kaya akan vitamin C yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C merupakan kandungan penting untuk mendukung fungsi sel imun dan mendorong aktivitas sel darah putih. Selain itu, buah-buahan citrus juga tinggi antioksidan, membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi penyakit. Rasa yang nikmat juga jadi nilai plus.
Kimchi
Makanan tradisional Korea ini tidak hanya dikenal nikmat, tetapi juga sehat. Menurut studi, kimchi, yang terbuat dari sayuran fermentasi, bawang putih, cabai, dan jahe, diyakini mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencegah reaksi berbahaya lebih dalam tubuh. Selain itu, dilansir Independent, konsumsi kimchi juga bisa membantu mencegah inflamasi berlebih pada tubuh.
Jamur
Salah satu jenis jamur, yaitu shiitake, memiliki kandungan beta-glucan. Kandungan ini dipercaya mampu mengaktifkan sel-sel dalam sistem imun, seperti makrofag dan limfosit yang dapat mendeteksi dan membunuh virus dalam tubuh.
Dikutip dari BBC, riset menunjukkan bahwa mengonsumsi jamur shiitake secara rutin dapat mempertahankan dan meningkatkan sistem imun. Jamur juga merupakan bahan pangan yang versatile, sehingga mampu diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Yogurt
Sama seperti makanan fermentasi lainnya, yogurt mengandung probiotik. Probiotik dikenal baik untuk mempertahankan kesehatan sistem pencernaan. Tentunya, pencernaan yang sehat juga akan mendorong kesehatan tubuh seluruhnya. Peningkatan imunitas juga didukung oleh kandungan vitamin D dalam yogurt.
Buah beri
Buah-buahan sehat dan nikmat lainnya yang bisa meningkatkan sistem imun adalah beri-berian. Dari stroberi, bluberi, raspberry, sampai blackcurrant, buah-buahan ini mengandung antioksidan yang mampu menghalau kerusakan sel dalam tubuh.
Sayuran hijau
Sayuran hijau, mulai dari bayam, brokoli, hingga kale dikenal mampu memperkuat kekebalan tubuh berkat kandungan vitamin C, beta karoten, folat, vitamin A, vitamin K, dan vitamin E. Pastikan sayuran ini diolah dengan tepat agar kandungan nutrisinya tidak hilang
Sup ayam
Tidak hanya nikmat, sup ayam juga mampu membantumu menghalau penyakit flu dengan meningkatkan imunitas tubuh. Ayam diketahui mengandung vitamin B6 yang mendorong produksi sel darah merah dalam tubuh. Selain itu, vitamin B6 juga bersifat anti-inflamasi, sehingga bisa melawan peradangan dalam tubuh.
Lebih Baik Mengukus atau Merebus Sayuran?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses memasak dapat memengaruhi kadar vitamin, mineral, serta antioksidan. Karena itu, pemilihan metode memasak menjadi faktor penting jika tujuan utamanya adalah menjaga nilai gizi makanan.
Mengukus lebih efektif menjaga kandungan nutrisi
Mengukus dinilai lebih unggul dalam mempertahankan zat gizi sayuran karena tidak melibatkan perendaman langsung di dalam air. Dengan cara ini, nutrisi yang mudah larut, seperti vitamin C, tidak banyak terbuang.
Berbeda dengan merebus, di mana vitamin dan mineral larut air dapat berpindah ke air rebusan, proses pengukusan memanfaatkan uap panas sehingga kandungan vitamin C, beta-karoten, serta senyawa antioksidan tetap terjaga dengan lebih baik.
Dampak merebus terhadap kandungan gizi
Merebus sayuran cenderung menyebabkan penurunan nutrisi yang lebih besar. Hal ini terjadi karena sayuran terendam sepenuhnya dalam air mendidih, sehingga vitamin C dan beta-karoten mudah larut dan terbuang bersama air rebusan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa metode memasak dengan suhu tinggi dan durasi lama, seperti merebus, merupakan salah satu teknik yang paling merugikan kandungan gizi dan fitokimia pada bahan pangan nabati. Meski praktis, cara ini bukan pilihan terbaik jika ingin mempertahankan nutrisi maksimal.
Pengaruh metode memasak terhadap rasa dan tekstur
Dari sisi sensori, sayuran kukus umumnya memiliki tekstur lebih renyah, warna lebih cerah, serta rasa yang lebih kuat. Sebaliknya, proses perebusan sering membuat sayuran menjadi lebih lembek dan tampilan visualnya kurang menarik.
Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa brokoli yang dikukus mendapat penilaian lebih tinggi dari segi rasa, tekstur, tampilan, dan tingkat penerimaan dibandingkan brokoli rebus. Meski demikian, selera pribadi tetap berperan. Beberapa orang justru menyukai sayuran rebus karena lebih lembut dan mudah dikunyah.(wid,kum/dya)





.jpg)
