12 January 2026

Get In Touch

Antisipasi Gangguan Distribusi Air Minum, Tugu Tirta Perkuat Armada Truk Tangki

Penyerahan secara simbolis CSR tangki air dari Bank Jatim kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Senin (12/1/2026). (Santi/Lentera)
Penyerahan secara simbolis CSR tangki air dari Bank Jatim kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Senin (12/1/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Risiko gangguan distribusi air akibat jaringan pipa tua peninggalan Belanda masih membayangi layanan air bersih di Kota Malang. Kondisi tersebut diantisipasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang, dengan memperkuat armada truk tangki air sebagai layanan cadangan bagi pelanggan.

Penguatan armada tersebut dilakukan melalui penambahan satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter yang berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim.

"Bantuan truk ini murni CSR dari Bank Jatim. Nanti akan kami manfaatkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat Kota Malang, khususnya pelanggan Tugu Tirta," ujar Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, ditemui di Balai Kota Malang, Senin (12/1/2026).

Dijelaskannya, truk tangki air akan dioperasikan apabila terjadi perbaikan jaringan atau gangguan teknis yang menyebabkan aliran air ke pelanggan terhenti. Dalam kondisi tersebut, Perumda Tugu Tirta akan mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki sebagai solusi sementara.

Meski demikian, Priyo berharap gangguan distribusi air tidak sering terjadi. Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir intensitas gangguan sudah mulai menurun seiring dengan peningkatan sistem penanganan di internal Perumda Tugu Tirta.

"Mudah-mudahan tidak ada gangguan. Selama ini kan juga sudah mulai jarang ada gangguan. Tetapi sesuai semboyan kami, 'pantang pulang sebelum pelanggan tenang.' Jadi nanti kalau ada gangguan, kami upayakan pelanggan sudah puas, tenang, tidak ada komplain, baru petugas kami boleh pulang," tegasnya.

Dengan tambahan armada tersebut, Perumda Tugu Tirta kini memiliki total empat unit truk tangki air. Sebelumnya, perusahaan daerah ini telah memiliki tiga unit, meski salah satunya sudah berusia cukup tua. "Truk yang kami miliki itu sudah tiga generasi. Dengan adanya CSR ini, totalnya menjadi empat," jelasnya.

Priyo menilai jumlah armada tersebut sudah ideal sebagai cadangan pelayanan air minum bagi warga Kota Malang. Apalagi, saat ini penanganan gangguan distribusi air bisa dilakukan dengan cepat.

Diketahui saat ini, jumlah sambungan rumah (SR) pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang tercatat sekitar 183 ribu. Pada tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penambahan sekitar 5.000 sambungan rumah baru untuk memperluas cakupan layanan air bersih.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan keberadaan truk tangki air sangat dibutuhkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi persoalan teknis pada jaringan pipa distribusi.

Wahyu juga mengakui, meskipun tingkat kebocoran pipa telah ditekan, jaringan pipa tua peninggalan zaman Belanda masih menjadi tantangan dalam sistem distribusi air di Kota Malang.

Untuk itu, ia mengapresiasi dukungan Bank Jatim melalui program CSR yang dinilai tepat sasaran. "Saya ucapkan terima kasih kepada Bank Jatim yang telah memberikan CSR hari ini," katanya.

Menurut Wahyu, armada truk tangki akan disiagakan untuk melayani pelanggan selama 24 jam. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.