12 January 2026

Get In Touch

Seluruh Pelayaran di Pelabuhan Kalianget Sumenep Ditunda, Akibat Cuaca Buruk

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Sumenep, Jatim. (foto:ist/Kompas.com)
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Sumenep, Jatim. (foto:ist/Kompas.com)

SUMENEP (Lentera) - Seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditunda akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah perairan setempat. 

Seluruh keberangkatan kapal, baik menuju wilayah kepulauan di Sumenep maupun rute ke wilayah Jawa dan Nusa Tenggara Barat terpaksa ditunda sementara. 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas mengatakan penundaan dilakukan menyusul kondisi gelombang laut, yang dinilai tidak aman untuk pelayaran. 

Berdasarkan pantauan BMKG dan otoritas pelabuhan, tinggi gelombang di sejumlah perairan berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter, disertai peningkatan kecepatan angin. 

“Seluruh pelayaran dari Pelabuhan Kalianget kami tunda sampai kondisi cuaca kembali aman. Ini demi keselamatan penumpang, awak kapal, dan barang angkutan,” kata Azwar Anas melansir Kompas.com, Minggu (11/1/2026). 

Kantor Syahbandar Kalianget, lanjut Anas, juga telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait peringatan cuaca buruk tersebut. Surat Edaran (SE) Nomor AL.201/4/19/KSOP.Klg/2026 tersebut, menjadi dasar penghentian sementara seluruh aktivitas pelayaran. 

Menurut Anas, wilayah perairan yang terdampak cuaca buruk meliputi Perairan Kepulauan Masalembu, Kepulauan Kangean, Kepulauan Sapudi, serta perairan Sumenep bagian utara. 

Selama ini, sejumlah kawasan tersebut menjadi jalur utama pelayaran masyarakat kepulauan. 

Kebijakan penundaan, lanjut Anas, merujuk pada prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya. 

BMKG memprediksi, potensi kenaikan tinggi gelombang dan angin kencang terjadi sejak 10 hingga 13 Januari 2026. 

“Prakiraan BMKG menyebutkan kondisi perairan tidak aman untuk kegiatan pelayaran dalam beberapa hari ke depan, sehingga kami mengambil langkah antisipatif,” tambahnya. 

KSOP Kalianget juga mengimbau para pemilik kapal, operator, dan nakhoda untuk terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan pelayaran. Informasi cuaca terbaru diminta diakses secara rutin melalui kanal resmi BMKG. 

“Kami minta nakhoda selalu memperbarui informasi cuaca, terutama dua jam sebelum keberangkatan dan selama pelayaran berlangsung,” ungkap Anas. 

Selain itu, ia meminta agar nakhoda segera melaporkan kepada syahbandar terdekat apabila terjadi perubahan cuaca ekstrem di tengah perjalanan. 

“Kami berharap, koordinasi dan kewaspadaan terus diperkuat dalam situasi seperti ini,” tutupnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.