11 January 2026

Get In Touch

Kayutangan Heritage Layak jadi Model Nasional Penataan Kawasan Padat Perkotaan

Ilustrasi: salah satu spot foto favorit di Kampoeng Heritage Kajoetangan. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: salah satu spot foto favorit di Kampoeng Heritage Kajoetangan. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Keberhasilan penataan Kayutangan Heritage di Kota Malang mendapat perhatian pemerintah pusat, kawasan bersejarah ini dinilai layak menjadi rujukan nasional dalam program penataan kawasan padat di perkotaan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Kami menyampaikan bagaimana progres penataan Kayutangan Heritage. Termasuk story kawasan ini hingga menjadi salah satu tujuan wisata favorit saat Nataru kemarin," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dikutip pada Sabtu (3/1/2025).

Dijelaskannya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tertarik untuk mereplikasi konsep penataan kawasan Kayutangan Heritage, mulai dari pola penataan fisik hingga penguatan peran masyarakat.

"Kementerian PKP ingin mereplikasi konsepnya, mulai dari pola penataan kawasan hingga peran masyarakatnya. Ke depan, ini bisa menjadi pilot project di berbagai daerah," katanya.

Wahyu menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, bersama Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Hariyati, di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2025) kemarin.

Menurut Wahyu, ketertarikan Kementerian PKP terhadap Kayutangan Heritage tidak lepas dari keberhasilan penataan kawasan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, konsep penataan Kayutangan Heritage menitikberatkan pada pelestarian kawasan bersejarah, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta penguatan peran masyarakat sebagai subjek utama pembangunan kawasan.

"Penataan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat terlibat aktif, berubah mindset-nya, dan ikut merasakan manfaat ekonomi dari kawasan yang ditata," ucapnya.

Wahyu menambahkan, perhatian Kementerian PKP terhadap Kayutangan Heritage bermula saat kunjungan Menteri PKP, Maruarar Sirait ke Kota Malang beberapa waktu lalu. Saat itu, Wahyu secara langsung mengajak Menteri PKP berkeliling kawasan Kayutangan Heritage untuk melihat perubahan yang terjadi.

"Pada saat itu Pak Menteri melihat langsung perubahan kawasan, termasuk berbagai penghargaan yang telah diraih, seperti Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I tingkat nasional dan Pokdarwis Terbaik I nasional. Dari situ muncul ketertarikan untuk mempelajari konsep penataannya," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, sebelumnya menyampaikan penataan kawasan padat dan kumuh menjadi salah satu program prioritas nasional yang tengah dijalankan Kementerian PKP.

Dikatakannya, Menteri PKP secara khusus meminta jajarannya untuk melakukan kunjungan ke sejumlah daerah yang dinilai berhasil dalam menata kawasan perkotaan padat, salah satunya Kayutangan Heritage di Kota Malang.

"Kami datang ke Kota Malang untuk belajar langsung bagaimana penataan kawasan ini dilakukan, termasuk pola pemberdayaan masyarakatnya, agar bisa direplikasi di daerah lain," kata Didyk.

Didyk menambahkan, kunjungan tersebut juga melibatkan rombongan perwakilan kelurahan dari wilayah padat penduduk di Jakarta. Mereka diajak melihat langsung praktik penataan kawasan Kayutangan Heritage untuk kemudian diterapkan sesuai karakter wilayah masing-masing.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.