12 January 2026

Get In Touch

Misa Natal di Vatikan, Paus Leo XIV Sampaikan Pesan Kemanusiaan

Paus Leo XIV memegang patung Bayi Yesus selama misa malam Natal di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu (24/12/2025). (AP)
Paus Leo XIV memegang patung Bayi Yesus selama misa malam Natal di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu (24/12/2025). (AP)

VATIKAN (Lentera) - Paus Leo XIV memimpin misa Natal pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik pada Rabu (24/12/2025) malam waktu Vatikan. Dalam perayaan yang sarat ritual simbolis tersebut, pemimpin Gereja Katolik dunia ini menyampaikan pesan mendalam mengenai nilai kemanusiaan di tengah tantangan zaman.

Dalam khotbahnya di Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menegaskan bahwa Natal adalah hari raya bagi iman, kasih sayang, dan harapan. Di sisi lain, ia melontarkan kritik tajam terhadap kondisi global saat ini, terutama mengenai ketimpangan sosial.

"Kita melihat adanya ekonomi yang menyimpang yang membuat kita memperlakukan sesama manusia sebagai komoditas," ujar Paus di hadapan sekitar 6.000 umat, diplomat, dan pejabat tinggi Gereja.

Misa Natal Yesus Kristus ini merupakan salah satu momen terpenting dalam kalender liturgi Katolik. Upacara tersebut memadukan musik tradisional yang megah dengan ritual peletakan patung bayi Yesus di dalam palungan sebagai simbol kesederhanaan.

Sebelum memulai prosesi, Paus menyapa umat yang memadati area luar Basilika. Ia mengapresiasi keteguhan jemaat yang tetap hadir meski cuaca kurang bersahabat.

"Basilika Santo Petrus sangat besar, tetapi sayangnya masih belum cukup ruang untuk menyambut Anda semua," ucapnya dengan nada hangat kepada hadirin yang menyaksikan melalui layar besar di bawah guyuran hujan dan angin.

Paus Leo XIV dikenal dengan gaya kepemimpinan yang lebih bijaksana dan moderat. Pada Natal kali ini, ia memilih waktu pelaksanaan misa yang lebih larut dan mengembalikan tradisi era Paus Yohanes Paulus II dengan merayakan misa yang berbeda pada Hari Raya Natal, 25 Desember.

Puncak dari rangkaian ini adalah berkat "Urbi et Orbi" (untuk kota dan dunia) yang akan disampaikan dari balkon Basilika. Momen ini biasanya menjadi panggung bagi Paus untuk menyerukan perdamaian dunia dan menyikapi berbagai konflik global.

Sebelumnya, pada 23 Desember 2025, Paus Leo XIV telah menyerukan gencatan senjata global. Ia menyatakan "kesedihan mendalam" atas laporan penolakan tawaran perdamaian terkait konflik di Ukraina.

"Saya mengulangi seruan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian, setidaknya pada hari raya kelahiran Sang Juru Selamat," tuturnya saat berbicara kepada awak media di kediamannya, Castel Gandolfo.

Momen Natal 2025 ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan penutupan Tahun Yubileum Gereja Katolik, sebuah tahun suci yang telah menarik jutaan peziarah dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Roma sepanjang tahun. (*)


Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.