Harapan Baru dari Madiun: Satu Keluarga Diberangkatkan ke Sulsel, Ikuti Program Transmigrasi
MADIUN (Lentera)— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memberangkatkan satu keluarga peserta program transmigrasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia ke Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel). Keberangkatan dilakukan pada Senin (15/12/2025) dari Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.
Keluarga transmigran tersebut adalah pasangan suami istri Anton Ribowo (35) dan Ulfatun Nadhifah (28), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Kebonsari. Keduanya mengikuti program transmigrasi dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui sektor pertanian.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengatakan program transmigrasi merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, menekan angka pengangguran, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan pembekalan dari dinas terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Soedjiono.
Ia menjelaskan, Kabupaten Sidrap dipilih sebagai lokasi tujuan karena memiliki potensi besar di sektor pertanian. Meski demikian, keberhasilan transmigrasi sangat ditentukan oleh kesiapan peserta dalam beradaptasi dengan kondisi sosial dan geografis setempat.
“Transmigrasi adalah proses jangka panjang. Dibutuhkan kerja keras dan ketahanan untuk membangun kehidupan baru di tempat tujuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menyampaikan bahwa peserta telah mengikuti tahapan seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan keterampilan berbasis kompetensi. Selain itu, mereka juga dibekali pelatihan dasar militer Komponen Cadangan (Komcad) dari Kementerian Transmigrasi bersama Kementerian Pertahanan RI.
Sebagai bentuk dukungan daerah, Pemkab Madiun memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp7,5 juta serta benih tanaman. Di lokasi tujuan, pemerintah pusat dan daerah setempat telah menyiapkan rumah tinggal dan lahan garapan secara bertahap hingga total mencapai 1 hektare.
Ulfatun Nadhifah mengaku telah menyiapkan mental untuk tinggal di wilayah baru yang jauh dari keluarga. Ia juga membawa benih tanaman sebagai langkah awal untuk bertani. Meski menyadari tantangan tidak ringan, keputusan mengikuti transmigrasi diambil setelah mendapat restu keluarga.
Anton Ribowo yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan juga memiliki pengalaman di bidang pertanian dan peternakan. Pengalaman tersebut menjadi modal awal untuk beradaptasi di wilayah tujuan yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025, terdapat 16 kepala keluarga yang mengikuti program transmigrasi. Kabupaten Madiun menjadi salah satu daerah pengirim dalam program nasional tersebut, dengan peran sebatas fasilitasi dan pendampingan sesuai kewenangan pemerintah daerah.(adv)
Reporter : Wiwit Eko Prasetyo/Editor:Widyawati





.jpg)
