30 August 2025

Get In Touch

Inovasi Guru Turut Menyiapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat seremoni penghargaan EJIES 2025 di Grand Mercure Surabaya, Kamis malam (28/8/2025).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat seremoni penghargaan EJIES 2025 di Grand Mercure Surabaya, Kamis malam (28/8/2025).

SURABAYA (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan di dunia pendidikan sebagai kunci dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia emas 2045. Hal itu disampaikannya saat membuka East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 di Grand Mercure Surabaya, Kamis malam (28/8/2025).

Acara yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini mempertemukan ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah, sekaligus memberikan penghargaan kepada 30 karya inovasi terbaik dari total 26.000 karya yang terkumpul.

Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi kerja keras Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, serta seluruh guru dan tenaga pendidik yang terus melahirkan ide-ide segar dalam pembelajaran.

“Hidup adalah perubahan. Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri,” ujar Khofifah, mengutip filosofi untuk mendorong para pendidik agar terus beradaptasi dengan dinamika lokal, nasional, hingga global.

Khofifah menyoroti berbagai prestasi pendidikan Jawa Timur yang membanggakan, di antaranya enam tahun berturut-turut siswa SMA/SMK Jatim diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) baik melalui jalur tes maupun tanpa tes, jumlah tertinggi di Indonesia. Selain itu, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK berhasil mencatatkan hat-trick juara umum tiga kali, dan ia berharap Olimpiade Sains Nasional (OSN) segera menyusul dengan capaian serupa.

“Ini semua indikator capaian dari kerja keras siswa, guru, mentor, dan semuanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dedikasi guru dan siswa menjadi fondasi dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik, termasuk memastikan sekolah-sekolah di Jawa Timur terbebas dari pungutan liar (pungli).

“Sanggup? Dan insyaallah sudah tanpa pungli,” tanyanya retoris kepada para kepala sekolah, pengawas, dan pejabat OPD Pemprov Jatim yang hadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa EJIES hadir sebagai wadah apresiasi sekaligus dorongan agar insan pendidikan tidak terjebak dalam rutinitas semata.

“Dengan adanya inovasi, kita terhindar dari rutinitas, artinya ada pengembangan yang terus dilakukan di lingkungan sekolah. Kita berharap ini berkelanjutan, tidak berhenti di kesempatan ini saja, melainkan terus berlanjut di masa depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.