04 April 2025

Get In Touch

Penjual Lontong Ketupat di Pasar Besar Malang Alami Penurunan Omzet hingga 50 Persen

Penjual lontong ketupat di Pasar Besar Malang, Kamis (3/4/2025) (Santi/Lentera)
Penjual lontong ketupat di Pasar Besar Malang, Kamis (3/4/2025) (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Suasana Lebaran Ketupat tahun ini dirasakan berbeda oleh beberapa pedagang lontong, lemper, dan ketupat di Pasar Besar Malang. Jika tahun-tahun sebelumnya momentum ini menjadi ajang panen keuntungan, kali ini mereka justru mengalami penurunan omzet yang cukup drastis.

 

Salah satu pedagang, Iin (46), mengaku penjualannya menurun drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. “Penjualan sekarang sepi, Lebaran ketupat tahun ini sepi, gak seperti Lebaran tahun kemarin,” ujar Iin saat ditemui di lapaknya, Kamis (3/4/2025).  

 

Tahun lalu, Iin bahkan berani memproduksi sendiri hingga 3.000 lontong untuk memenuhi permintaan pelanggan. Namun, tahun ini ia tak berani mengambil risiko membuat dalam jumlah banyak. 

 

"Tahun ini cuman sedikit, gak berani bikin sendiri karena khawatir gak laku. Jadi kemarin saya beli cuman 100 biji terus dijual lagi,” jelasnya.  

 

Kondisi ini berbeda dengan kebiasaannya setiap tahun, di mana biasanya lonjakan permintaan sudah terasa sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Puncaknya terjadi pada hari H Lebaran Ketupat hingga seminggu setelahnya. 

 

"Biasanya mau hari H Lebaran itu sudah mulai ramai pembeli. Kemudian H+1 sampai H+7 itu ramai-ramainya. Sekarang nggak,” keluhnya.  

 

Ketika ditanya soal lontong yang tidak laku, Iin mengaku memiliki cara agar dagangannya tidak terbuang percuma. “Ya, dipanaskan lagi. Tapi maksimal dua kali, kalau lebih dari itu kan rasanya berkurang, gak layak dijual. Kalau gak layak ya gak saya jual,” tegasnya.  

 

Selain lontong, Iin juga menjual janur ketupat yang sudah dibentuk, sehingga pembeli tinggal mengisinya dengan beras sebelum direbus. Namun, barang dagangannya ini pun tak luput dari penurunan penjualan. “Itupun juga masih sepi pembeli,” ujarnya.  

 

Situasi ini bukan hanya dialami oleh Iin, tetapi juga oleh sejumlah pedagang lainnya di Pasar Besar Malang. Beberapa di antaranya bahkan memilih mengurangi jumlah stok atau menunda produksi lantaran khawatir dagangan tidak laku.  

 

"Biasanya tahun lalu sehati bisa sampai 500 biji ketupat. Sekarang sepi banget, biasanya orang beli banyak buat acara keluarga, sekarang paling cuma beberapa biji saja. Kalau nyetok banyak, takut gak laku," ujar Siti.

 

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.