
KEDIRI (Lentera)-Mendekati bulan Ramadan, Pemkot Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan monitoring pasokan dan harga kebutuhan pokok ke distributor hingga toko modern. Kegiatan yangbdilakukan 3-7 Februari 2025 diharapkan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Komoditas yang menjadi perhatian diantaranya beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu. “Komoditas tersebut yang saat kita pantau karena menjelang puasa Ramadan biasanya banyak dibutuhkan masyarakat,“ jelas Moh. Ridwan Kepala DKPP melalui sambungan telepon, Jumat (7/2/2025).
Dijelaskan monitoring yang dilakukan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Kediri ini merupakan agenda rutin. Dari hasil monitoring yang dilakukanP, hingga hari ini permintaan pasar masih kondisi stabil, tidak terjadi lonjakan harga, maupun kelangkaan stok.
“Tidak ada panic buying di masyarakat, harga beberapa komoditas tersebut juga masih terkendali. Seperti gula pasir kemasan di kisaran harga Rp 17.500- Rp 19.000 per kilogram, minyak goreng kemasan di kisaran harga Rp18.000- Rp20.000 per liter, tepung terigu kemasan Rp8.750- Rp13.500 per kilogram dan beras premium di kisaran harga Rp70.000- Rp75.000 per kemasan 5kg,” jelasnya.
Kegiatan monitoring lanjutan akan kembali dilaksanakan di akhir bulan Februari. Ridwan berharap dengan monitoring berkala yang dilakukan, kebutuhan pangan di Kota Kediri selalu tercukupi.
Sementara itu Erik salah satu distributor CV Langgeng Mulya mengaku, saat ini pasokan pangan di gudang miliknya aman dan tidak pernah mengalami keterlambatan pengiriman. Dia memperkirakan, kenaikan permintaan di konsumen biasa terjadi saat hari libur.
“Meskipun di hari libur terjadi kenaikan permintaan namun harga masih relatif stabil. Dengan ada monitoring yang dilakukan DKPP ini, masyarakat tentu merasa lebih tenang dan tidak perlu khawatir dengan ketersediaan stok dan harga pangan apalagi menjelang puasa seperti saat ini,” pungkasnya.
Reporter: Gatot Sunarko/Co-Editor: Nei-Dya