07 April 2025

Get In Touch

Penjualan Kue Keranjang di Kota Malang Meningkat 50 Persen Jelang Imlek 2025

Sonia Winoto, pemilik usaha kue keranjang di Kota Malang yang kebanjiran pesanan jelang Tahun Baru Imlek. (Santi/Lenteratoday)
Sonia Winoto, pemilik usaha kue keranjang di Kota Malang yang kebanjiran pesanan jelang Tahun Baru Imlek. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Penjualan kue keranjang di Kota Malang mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Imlek tahun 2025. Sonia Winoto (28), pemilik usaha kue keranjang di Kota Malang, mengungkapkan permintaan kue tradisional ini meningkat hingga 40-50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini banyak banget, kira kira sudah hampir 300 box sampai sekarang ini. Pesanan sudah mulai awal Januari, biasanya ramai sampai Imlek nanti, di akhir Januari ini," ujar Sonia saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (24/1/2025).

Kue keranjang yang diproduksi Sonia tidak hanya hadir dalam varian tradisional berbahan gula merah, tetapi juga memiliki varian rasa lainnya seperti taro, matcha, red velvet, hingga varian baru yakni celestial blue yang menggunakan bunga telang. Menurutnya, varian mix dan celestial blue menjadi yang paling banyak diminati oleh konsumen.

Setiap harinya, Sonia dapat memproduksi kue keranjang hingga 5 kilogram, yang menghasilkan sekitar 60 hingga 70 kotak kue. Namun, jumlah produksi ini biasanya meningkat drastis menjelang Imlek. “Mendekati Imlek, pesanan mulai ramai. Tapi kalau masih jauh dari Imlek, sehari hanya bisa 30 kotak,” tambahnya.

Lebih lanjut, jika kue keranjang umumnya memiliki ukuran yang besar, Sonia menyebut kue kerangjang miliknya dibuat dalam ukuran kecil berbentuk one bite size. Hal ini, menurutnya, menjadi keunikan sekaligus daya tarik utama produknya.

“Kalau biasanya kue keranjang itu besar, harus dipotong dulu baru dimakan. Saya mikir, kenapa tidak dibuat kecil saja, jadi langsung habis tanpa dipotong. Bentuknya juga lucu-lucu, jadi lebih menarik,” tuturnya.

Untuk memudahkan pelanggan, Sonia mengaku melayani pemesanan melalui Instagram. Ia juga menyampaikan, konsumen kue keranjangnya sebagian besar berasal dari luar kota Malang, terutama Jakarta. Bahkan, produknya pernah dibawa ke Jepang sebagai oleh-oleh. Meski demikian, ia belum menjangkau pasar luar negeri secara langsung.

“Kami ini made by order, jadi baru dibuat kalau ada pesanan. Tidak dijual di toko-toko karena tidak tahan lama. Kalau di suhu ruang, kue keranjang ini tahan empat hari. Kalau di lemari pendingin, bisa bertahan sekitar tujuh hari,” ungkapnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.