Songsong Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, DPRD Jatim Ingatkan Pentingnya Kesiapan Puskesmas

SURABAYA (Lenteratoday) – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan diluncurkan mulai berlaku Februari 2025 mendapat apresiasi dari anggota DPRD Jawa Timur. Namun, kesiapan fasilitas kesehatan, terutama puskesmas, menjadi perhatian utama.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menyatakan bahwa program ini membawa angin segar bagi upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, konsep pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya akan mengurangi beban biaya kesehatan, tetapi juga menggeser paradigma pelayanan kesehatan di puskesmas ke arah yang lebih promotif dan preventif.
"Kami sangat mendukung program ini karena mendorong puskesmas untuk lebih fokus pada pencegahan daripada hanya mengobati. Pendekatan seperti ini sejalan dengan prinsip kesehatan masyarakat yang lebih baik," ungkap Benjamin, Jumat (24/01/2025).
Politisi Partai Gerindra tersebut menjelaskan bahwa program ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan layanan medical check-up (MCU) gratis pada hari ulang tahun mereka. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, di mana masyarakat bisa mendaftar dan mendapatkan tiket pemeriksaan kesehatan.
Meski begitu, ia menyoroti pentingnya kesiapan puskesmas dalam melaksanakan program ini. Ia menilai bahwa sejumlah puskesmas di Jawa Timur masih memerlukan pembenahan, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia, untuk memastikan layanan berjalan sesuai dengan petunjuk teknis yang baru saja dirilis pemerintah.
"Persiapan puskesmas sangat krusial. Misalnya, ada beberapa pemeriksaan yang membutuhkan peralatan medis khusus, seperti foto rontgen, yang belum tentu tersedia di semua puskesmas. Ini harus menjadi perhatian serius agar layanan bisa berjalan optimal," tegasnya.
Selain kesiapan fasilitas, Benjamin juga menyoroti pentingnya keberlanjutan anggaran untuk mendukung program ini. Menurutnya, alokasi dana harus direncanakan dengan matang agar tidak membebani anggaran daerah dan tetap mampu memberikan layanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Salah satu prioritas utama dalam program ini adalah deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC). Benjamin mengungkapkan bahwa angka kematian akibat TBC di Indonesia masih tinggi, mencapai 15-16 orang per hari. Dengan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis ini, ia berharap kasus TBC bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi serius.
"Dengan fokus pada deteksi dini, terutama penyakit seperti TBC, program ini diharapkan bisa menekan angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi