04 April 2025

Get In Touch

Dari Sungai Amprong hingga Soekarno Hatta, Pj Iwan Bakal Gandeng BBWS untuk Tuntaskan Persoalan Banjir

Ilustrasi kerja bakti pembersihan aliran Sungai Amprong di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)
Ilustrasi kerja bakti pembersihan aliran Sungai Amprong di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Sejumlah titik rawan banjir di Kota Malang terus menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengatakan penanganan titik-titik rawan mulai dari Sungai Amprong di Kedungkandang hingga kawasan Jalan Soekarno Hatta, akan segera dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur untuk mencari solusi jangka panjang.

"Kita akan mendiskusikan secara keseluruhan bersama BBWS tentang penanganan banjir di Kota Malang. Mulai dari daerah di aliran Sungai Amprong, kemudian di Jalan Bondowoso sampai di Jalan Tidar, Jalan Letjen Sutoyo hingga di Jalan J.A. Suprapto, dan Jalan Soekarno Hatta. Nanti akan segera kami diskusikan," ujar Iwan, Minggu (19/1/2025).

Salah satu titik rawan yang diperhatikan yakni Jembatan Glendangpakem, yang menghubungkan Kelurahan Madyopuro dan Cemorokandang. Mengingat sebelumnya pada 24 Desember 2024 lalu, jembatan yang berada di wilayah aliran Sungai Amprong ini sempat terdampak banjir dan mengakibatkan kerusakan pada konstruksinya.

Menurutnya, beberapa faktor penyebab banjir di wilayah tersebut antara lain ketinggian jembatan yang tidak memadai sehingga menyebabkan air tertahan dan meluap. Iwan mengaku telah meminta Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Malang untuk segera mempersiapkan materi teknis yang akan dibahas lebih lanjut dengan BBWS Brantas.

Dalam konteks ini, Iwan juga mengusulkan peninggian konstruksi Jembatan Glendangpakem dan pelebaran badan sungai untuk memastikan aliran air tidak terhambat, yang dapat mengurangi potensi banjir dan dampaknya terhadap pemukiman warga.

"Selain karena konstruksi, peninggian banjir di Kedungkandang juga dipicu oleh tumpukan tanah di sempadan sungai, serta sampah bambu dan material lainnya yang menghambat aliran air. Kami akan cari solusinya dan mengusulkan langkah-langkah intervensi kepada BBWS pada pertemuan mendatang," kata Iwan.

Selain fokus pada Jembatan Glendangpakem di aliran Sungai Amprong, Iwan juga fokus pada 3 titik lain yang menjadi prioritas penanganan banjir. Ketiga titik tersebut merupakan saluran drainase yang lokasinya berada di jalan raya dan terhubung langsung ke Sungai Brantas.

Menurut Iwan, diskusi bersama BBWS akan mencakup langkah-langkah untuk mengoptimalkan fungsi drainase tersebut, mengingat peran vitalnya dalam mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi jalan raya. Sebelumnya, Pemkot Malang telah melakukan tinjauan lapangan terhadap saluran drainase di titik-titik tersebut guna mengidentifikasi potensi kendala dan solusi yang dapat diterapkan.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, menambahkan perbaikan Jembatan Glendangpakem ini sedang direncanakan untuk segera dilakukan pada tahun ini. "Kami akan melakukan detail engineering design (DED) pada bulan Februari untuk mengetahui kebutuhan anggaran dan langkah selanjutnya," ujar Bagus.

Bagus menjelaskan, meski fokus utama adalah perbaikan jembatan, pihaknya masih akan melakukan observasi lebih lanjut untuk menentukan apakah perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh atau hanya sebagian.

"Anggarannya masih belum bisa disampaikan, belum final. Nanti kita cek dan ukur dulu kondisi sebenarnya, baru kita tentukan langkah pembenahan selanjutnya," jelasnya.

Reporter: Santi Wahyu/Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.