05 April 2025

Get In Touch

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 6,03 Triliun Pembangunan Infrastruktur Tahun 2025

Pelebaran jalan Wiyung yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
Pelebaran jalan Wiyung yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menetapkan program prioritas pembangunan pada 2025, diantaranya pembangunan bidang infrastruktur dan penataan kawasan permukiman.

Pemkot juga telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 12,3 triliun pada 2025, dari jumlah itu Rp 6,03 triliun atau 48,85 persen dianggarkan untuk program prioritas di bidang infrastruktur.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan program prioritas ini mengacu pada visi dan misi, yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya Tahun 2021-2026. 

"Proyek infrastruktur pada tahun 2025, diprioritaskan untuk mendukung Superhub Megapolitan menuju kota dunia," kata Eri, Kamis(16/1/2025). 

Eri menjelaskan program pembangunan tahun 2025 ini, terbagi dalam beberapa skala atau kategori. Pada skala kota, prioritasnya mencakup proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), Radial Road, peningkatan Jalan Wiyung, diversi saluran Gunungsari serta normalisasi saluran, hingga pembangunan rumah pompa untuk penanganan genangan.

Selanjutnya pada skala lingkungan, meliputi perbaikan jalan dan saluran perkampungan, pavingisasi. Tak ketinggalan, pengembangan jaringan fiber optik (FO) dan satu data, turut menjadi bagian dari prioritas pembangunan pada sektor teknologi informasi.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemkot akan membangun Rumah Sakit Umum (RSU) Surabaya Selatan, dengan luas lahan 7.132 meter persegi di Jalan Mastrip Anggrek I, Karangpilang. Rumah sakit ini dirancang memiliki layanan unggulan berupa trauma center. 

"Kehadiran RSU Surabaya Selatan, diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad menuturkan pembangunan infrastruktur jalan bertujuan, untuk meningkatkan konektivitas dan integrasi antar wilayah.

"Sedangkan pembangunan sistem drainase, bertujuan untuk penanganan banjir dan genangan. Lalu pembangunan infrastruktur teknologi informasi, bertujuan untuk meningkatkan atau mempermudah akses informasi dan komunikasi jaringan global," kata Irvan.

Sementara pembangunan RSU Surabaya Selatan, diharapkan akan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Pahlawan.

"Kajian sosio-ekonomi menunjukkan bahwa rumah sakit ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," ucapnya.

Irvan menjelaskan tahun 2025 ini, pemkot akan fokus penyelesaian JLLB pada segmen Jalan Raya Sememi-Simpang Susun Romokalisari, termasuk akses ke Gelora Bung Tomo (GBT). Sedangkan untuk Jalan Wiyung, akan ditingkatkan dari pertigaan UNESA hingga Puskesmas Lidah Kulon.

Selain itu, pengembangan sirkuit GBT tidak luput menjadi perhatian Pemkot Surabaya dalam program prioritas pembangunan di tahun 2025. Pengembangan ini meliputi menambah lintasan sepanjang kurang lebih 600 meter, pembangunan tribun hingga paddock.

"Di tahun 2025, pemerintah kota juga akan membangun sekolah baru di Medokan Ayu, Waru Gunung, dan Tambak Wedi. Selain itu, ada juga pembangunan Puskesmas baru di Pegirian. Karena Pembangunan yang berkelanjutan menjadi prinsip utama kami, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini dan yang akan datang," tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.