05 April 2025

Get In Touch

DPRD Jatim Desak Percepatan Relokasi Pengungsi Bencana Tanah Gerak di Trenggalek

Komisi E DPRD Jatim saat berkunjung di Trenggalek memantau kondisi posko pengungsian di Desa Ngrandu, Trenggalek.
Komisi E DPRD Jatim saat berkunjung di Trenggalek memantau kondisi posko pengungsian di Desa Ngrandu, Trenggalek.

TRENGGALEK (Lenteratoday) – Penanganan bencana tanah gerak di Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, terus menjadi perhatian serius DPRD Jawa Timur. Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menegaskan perlunya langkah cepat untuk memastikan pengungsi mendapatkan hunian yang layak setelah lebih dari sebulan tinggal di posko darurat.

Sri Untari menegaskan, keputusan mengenai tempat tinggal para pengungsi harus didasarkan pada kajian mendalam oleh Badan Geologi.

"Jika wilayah terdampak tidak layak untuk dihuni, maka relokasi harus dilakukan demi keselamatan mereka. Kami tidak ingin mengambil risiko yang bisa mengancam nyawa warga di masa depan," ungkapnya, Rabu (15/01/2025).

Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan tersebut meninjau langsung kondisi posko pengungsian di Desa Ngrandu. Menurut penuturan Sri Untari, para pengungsi mengaku kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari di tempat darurat, apalagi kondisi cuaca yang tidak menentu semakin memperburuk situasi.

“Kehidupan mereka tidak hanya terhenti karena kehilangan tempat tinggal, tetapi juga karena trauma dan ketidakpastian masa depan. Ini bukan hanya soal penyediaan tempat tinggal, tetapi bagaimana memastikan mereka kembali hidup dengan layak dan bermartabat,” tuturnya.

Karenanya, sebagai bentuk kepedulian, Untari menyerahkan bantuan logistik berupa puluhan paket sembako untuk 43 kepala keluarga yang terdampak. Namun, ia menekankan bahwa bantuan tersebut hanya solusi sementara.

"Yang lebih penting adalah percepatan penyediaan hunian tetap atau sementara, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada posko darurat," imbuhnya.

Sri Untari juga meminta seluruh pihak, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten, untuk bekerja sama lebih erat dalam mengatasi dampak bencana tanah gerak ini. Menurutnya, kolaborasi yang solid adalah kunci utama untuk memberikan solusi cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak.

"Kami di DPRD Jatim akan terus mengawal proses ini hingga tuntas, karena keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama," pungkas Untari.

Bencana tanah gerak yang terjadi di Desa Ngrandu sebulan lalu telah mengakibatkan puluhan rumah hancur dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Upaya percepatan relokasi ini diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para korban untuk kembali menjalani kehidupan normal. (*)

Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.