
SURABAYA (Lenteratoday) - Bau kaki kerap membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman. Bahkan, tidak sedikit orang yang menjadi tidak percaya diri akibat aroma tidak sedap pada kakinya. Kaki merupakan salah satu anggota tubuh yang dapat mengeluarkan bau tidak sedap karena adanya pertumbuhan bakteri atau jamur pada kaki yang tertutup sepatu, kata Emily Wood, MD, dokter kulit bersertifikat di Austin, Texas, AS.
Ditulis laman Well and Good, Senin (13/1/2025), kelembapan (alias keringat) berasal dari kelenjar keringat dan manusia memiliki sekitar 250.000 kelenjar keringat di setiap kaki, menurut Royal College of Podiatry.
Selain banyaknya jumlah kelenjar keringat di kaki, masih ada lagi beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan bau kaki. Dengan mengenali kemungkinan penyebabnya, Anda dapat menentukan cara tepat untuk mengatasi bau kaki.
Berikut penyebab umum kaki bau tidak sedap.
- Tidak menjaga kebersihan
Beberapa penyebab umum kaki berbau tidak sedap karena keringat tersebut bercampur dengan bakteri pada kulit, kaus kaki, dan sepatu. Hal ini terjadi jika tidak mandi cukup sering, mencuci kaki, mengganti kaus kaki dan membersihkan sepatu yang terkena keringat.
"Meskipun kaki kebanyakan orang sedikit berbau, Anda mungkin rentan terhadap bau yang lebih kuat jika Anda kurang menjaga kebersihan," jelas Dr. Wood.
Ia menyarankan untuk mencuci kaki dengan sabun dan air setiap hari, atau lebih sering jika seseorang berkeringat. Sabun antibakteri akan membantu membunuh kuman penyebab bau, menurut American Podiatric Medical Association (APMA). Jika kaki mengalami bau yang menyengat, rendam kaki dalam air garam Epsom (tambahkan 1/2 cangkir garam) selama 10 hingga 20 menit.
"Pastikan Anda mengenakan kaus kaki yang menyerap kelembapan dengan sepatu Anda (karena tidak mengenakan kaus kaki dapat menyebabkan keringat dan bau)," saran Dr. Wood.
- Hiperhidrosis
Mayo Clinic menjelaskan kondisi keringat berlebih juga bisa disebabkan karena hiperhidrosis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan sinyal saraf di kelenjar keringat atau kondisi yang mendasarinya seperti diabetes, hot flashes terkait menopause, atau masalah tiroid.
Membersihkan kaki secara teratur dengan sabun antibakteri dan mengenakan kaus kaki yang menyerap kelembapan agar kaki tetap kering merupakan langkah awal yang baik.
Jika keringat sulit dikendalikan, penyedia layanan kesehatan mungkin merekomendasikan antiperspiran dengan resep dokter, seperti Drysol (aluminium klorida topikal), sesuai AAD.
- Infeksi jamur
Tinea pedis (istilah medis untuk kutu air) adalah infeksi jamur umum yang dapat menyerang kulit di telapak kaki terutama kulit di antara jari-jari kaki.
Menurut DermNet, kondisi ini ditandai dengan kulit yang lembap dan mengelupas, perubahan warna menjadi kuning atau kehijauan, retakan yang menyakitkan, dan bau yang tidak sedap seringkali pada usia 60 tahun dengan kondisi kesehatan diabetes dan obesitas.
Pengobatan bisa dilakukan dengan krim antijamur yang dijual bebas, salep, gel, semprotan, atau bubuk yang dibuat dengan obat-obatan seperti Lotrimin (clotrimazole) atau Monistat (miconazole).
- Infeksi bakteri
Kaki bau disertai rasa gatal, lubang atau kawah kecil pada kulit, atau bercak putih merupakan tanda infeksi bakteri pada kaki yang disebut keratolisis berlubang. Infeksi ini cenderung menyerang orang yang kakinya banyak berkeringat atau mereka yang terpapar banyak kelembapan saat mengenakan sepatu atau bot ketat.
Pengobatan keratolisis berlubang dimulai dengan menghilangkan infeksi, biasanya dengan krim antibiotik seperti Cleocin (clindamycin) atau Robimycin (erythromycin) yang dipadukan dengan agen antiseptik seperti benzoyl peroxide, menurut American Family Physician.
Pengobatan rumahan seperti membersihkan kaki secara menyeluruh, mengenakan kaus kaki dan sepatu yang menyerap keringat, dan menggunakan antiperspirant kaki juga dapat mencegah gejala kambuh lagi.
- Eksim
Kondisi kulit umum yang menyebabkan bercak-bercak yang meradang dan berubah warna pada kulit, dapat memengaruhi kaki. Dan menurut Dr. Wood, ketika eksim mencapai kaki terkadang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap.
Sebaiknya gunakan air hangat saat mandi, hindari kontak dengan deterjen, kenakan kaus kaki atau stoking yang terbuat dari kain yang dapat menyerap keringat seperti katun atau sutra, dan gunakan kaus kaki dan sepatu yang kering.
Beragam Cara Mengatasi Bau Kaki
Ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau kaki, antara lain:
- Gunakan sepatu yang berbeda
Sepatu yang menutup seluruh kaki paling berisiko menyebabkan bau kaki. Saat santai, sesekali gunakan sepatu sandal atau sepatu yang sedikit terbuka. Pilihlah sepatu dengan bahan kulit atau kanvas daripada bahan sintetis untuk meminimalkan munculnya bau.
Bila memungkinkan, Anda sebaiknya memiliki lebih dari satu pasang sepatu agar dapat menggunakannya secara bergantian. Hal ini membuat sepatu Anda dapat dicuci atau dijemur setidaknya 2 hari sekali untuk mencegah munculnya bau.
- Kenakan kaos kaki yang menyerap keringat
Jika menggunakan kaos kaki, pilihlah yang terbuat dari wol atau katun karena dapat menyerap keringat lebih baik. Jangan lupa juga untuk mengganti kaos kaki Anda setiap hari.
- Jagalah selalu kebersihan kaki
Menjaga kebersihan kaki tentunya merupakan hal paling utama untuk mencegah bau kaki. Cucilah kaki Anda setiap hari hingga ke sela-sela jari kaki menggunakan sabun. Anda juga bisa menggunakan lulur atau scrub untuk meluruhkan sel-sel kulit mati di kaki, terutama bagian telapak kaki.
Pastikan Anda mengeringkan kaki setelah mencucinya agar tidak lembap. Selain itu, jangan lupa juga untuk memotong kuku kaki secara rutin, karena kuku kaki yang panjang dapat menjadi rumah yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.
- Gunakan produk penghilang bau kaki
Selain menjaga kebersihan kaki, Anda juga dapat menggunakan beberapa produk penghilang bau, seperti deodoran, bedak antijamur khusus kaki, semprotan disinfektan, dan sabun khusus antibakteri untuk mencuci kaki.
Selain beberapa cara di atas, hindari pula menggunakan sepatu yang sempit atau ketat agar area di sekitar kaki tidak lembap. Cuci sepatu secara rutin, terutama yang sering Anda gunakan, juga dapat mencegah hadirnya bakteri dan jamur.
Co-Editor: Nei-Dya/Berbagai Sumber