05 April 2025

Get In Touch

Bupati Kediri Ajak Teladani Ajaran Kiai Abdul Malik dan Nyai Binti Mubarokatin

Bupati Kediri Ajak Teladani Ajaran Kiai Abdul Malik dan Nyai Binti Mubarokatin

KEDIRI (Lenteratoday) – Bupati Kediri,Hanindhito Himawan Pramana, mengajak untuk meneladani dan mengambil nilai-nilai positif dari ketauladanan yang diajarkan almarhum Kiai Abdul Malik dan almarhumah Nyai Binti Mubarokatin.

Hal itu disampaikan saat menghadiri rangkaian acara Haul Ke-IX Kiai Abdul Malik sekaligus peringatan 1000 hari Nyai Binti Mubarokatin di Ponpes Raudlatul Ibaad, Sabtu (11/1/2025) malam. Acara itu juga dihadiri para masyayikh dan warga masyarakat Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan haul itu, selain ikut mendoakan almarhum Kiai Abdul Malik dan almarhumah Nyai Binti Mubarokatin, Bupati yang akrab dengan sapaan Mas Dhito ini berharap semua yang hadir dapat mengambil nilai-nilai positif dari ketauladanan yang diajarkan keduanya semasa hidup.

Mas Dhito dalam kesempatan tersebut mengaku terus berupaya dapat menghadiri berbagai undangan yang masuk. Hal itu merupakan pesan yang pernah disampaikan langsung Gus Mahu kepada dirinya di hadapan para masyayikh.

Mas Dhito mengatakan selagi dalam keadaan sehat dan ada kesempatan dalam artian tidak ada agenda lain yang bersamaan dia selalu siap menghadiri berbagai undangan yang masuk. Tak hanya dari kalangan masyayikh, namun juga masyarakat. “Kulo sakniki undangan menopo mawon berangkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kyai Jauharal Nehru atau yang akrab dipanggil Gus Mahu dari Ponpes Raudlatul Ulum Desa Kencong, Kecamatan Kepung mewakili keluarga besar almarhum Kiai Abdul Malik menyambut hangat kehadiran Mas Dhito. Di tengah kesibukan kegiatan sebagai kepala daerah, Mas Dhito dinilai masih mau menyempatkan hadir di tengah-tengah mereka.

“Kanti rawuhipun Mas Bup (Mas Dhito) wonten ing dalu meniko sageto tambah barokahipun anggenipun mimpin Kediri wonten ing perjalanan ingkang badhe kito laksanaaken,” kata Gus Mahu seperti dikutip dari rilis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Kediri, Minggu (12/1/2025).

Dalam pesannya, Gus Mahu mengingatkan Mas Dhito supaya tidak akan menjadikan orang-orang yang selama ini ikut mengiringi seperti halnya daun salam. Dalam artian hanya dianggap sebagai penyedap ketika memasak kemudian dibuang atau dilupakan. “Bagaimanapun sebagai seorang bupati kulo tetep nderek dawuh para kiai, masyayikh, bu nyai, gawagis, nawaning,” ucap Mas Dhito. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.