
TRENGGALEK (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar dalam APBD 2025 untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak sekolah. Meski demikian, pelaksanaan program ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa anggaran tersebut telah disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam anggaran tak terduga. "Anggaran ini kami cadangkan karena sampai saat ini belum ada petunjuk teknis terkait pelaksanaannya," ungkap Doding.
Ia juga menyebutkan, jika dana dari APBN langsung disalurkan ke kelompok kerja, pemerintah daerah tetap perlu menyiapkan dana pendamping. "Kami sudah menyiapkan anggaran untuk dana sharing agar program ini bisa berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Menurut Doding, alokasi anggaran Rp 3 miliar kemungkinan hanya untuk biaya pendamping. "Kalau kuotanya Rp 10 ribu per siswa dan ada kebutuhan sarana prasarana, kita siapkan. Kalau semua ditanggung APBN, tentu lebih baik," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Nata Negara, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi anak sekolah. Namun, untuk memulai langkah-langkah konkret, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Menurut Mas Syah, petunjuk teknis tersebut sangat penting untuk memastikan program ini dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan.
“Program makan bergizi gratis ini adalah salah satu upaya kita dalam mendukung prioritas nasional. Namun, untuk pelaksanaannya, kita perlu arahan yang lebih jelas. Kami menunggu yang konkret agar program ini bisa dijalankan dengan tepat,” tegasnya.
Mas Syah juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait terus dilakukan untuk mempersiapkan semua kebutuhan program. “Segala hal akan kita persiapkan, tapi kami perlu kepastian lebih dulu agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Herlambang | Editor : Lutfiyu Handi