05 April 2025

Get In Touch

Inflasi Kota Kediri Tahun 2024 di Angka 1,19 Persen, Tanda Stabilitas Ekonomi Terjaga

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno

KEDIRI, (Lenteratoday) -Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno menyampaikan inflasi tahunan (2024) di angka 1,19 persen.

“Capaian ini tidak bisa lepas dari peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi. Mematuhi anjuran-anjuran TPID, dalam mengendalikan inflasi,” ujar Erwin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/6/2025).

Lebih lanjut Erwin juga mengemukakan pandangan optimistis stabilitas ekonomi Kota Kediri ini akan dapat berlanjut pada 2025, di mana kebijakan penting pemerintah yang memberlakukan kenaikan PPN hanya pada barang mewah dan bukan pada kebutuhan pokok masyarakat akan dapat menjaga keterjangkauan harga.

Pada bagian akhir wawancara, Erwin menutup dengan pernyataan pemerintah sedang menyiapkan beberapa program untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban belanja keluarga, seperti: makanan bergizi gratis dan pelatihan keterampilan kerja.

Sementara itu Emil Wahyudiono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota KedirBadan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mengumumkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kediri Bulan Desember 2024 yang mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Emil fenomena tersebut merupakan sesuatu yang wajar akibat peningkatan permintaan masyarakat saat momentum Hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Pada Desember 2024, Kota Kediri mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,52%. Sedangkan year-on-year (y-on-y) dan year-to-date (y-to-d) Kota Kediri di urutan terendah kedua di Jawa Timur, yakni sebesar 1,19% serta berada di bawah Nasional dan Jawa Timur.

Emil mengamati beberapa peristiwa yang menjadi catatan selama Desember 2024 yang mempengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas, di antaranya: perkembangan harga BBM non-subsidi yang mengalami penyesuaian harga, kenaikan harga telur ayam ras, kenaikan harga minyak goreng, kenaikan harga komoditas holtikultura, penurunan harga emas, serta penurunan tarif angkutan udara selama Nataru.

Berikut ini komoditas penyumbang inflasi secara m-to-m di Kota Kediri pada Desember, antara lain: telur ayam ras menyumbang inflasi 0,10%; cabai rawit sebesar 0,07%; cabai merah sebesar 0,05%; terong 0,04%; minyak goreng, kangkung, bawang merah, kacang panjang, dan sawi hijau masing-masing sebesar 0,03%; serta jagung manis, pemeliharaan/service, semangka, ketimun, beras, kelapa, wortel, dan ikan nila masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara itu terdapat pula komoditas yang menjadi penghambat inflasi, yaitu: emas perhiasan mengalami deflasi -0,02%; pepaya dan alpukat mengalami deflasi masing-masing-0,01%.

Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.