05 April 2025

Get In Touch

Cegah Penyebaran PMK, Peternak di Kota Malang Diimbau Sementara Tidak Beli Ternak Ruminansia

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang saat melakukan pengecekan kesehatan pada hewan ternak.(foto:ist/dok.Dispangtan Kota Malang)
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang saat melakukan pengecekan kesehatan pada hewan ternak.(foto:ist/dok.Dispangtan Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang mengimbau sementara tidak membeli ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Imbauan ini menyusul terdeteksinya 25 kasus PMK di akhir tahun 2024, yang sebagian besar disebabkan oleh mobilisasi hewan tanpa pengawasan kesehatan yang memadai.

"Karena dari 25 kasus yang terlapor pada Desember 2024 kemarin, kebanyakan karena hewan ternak yang dibeli di pasar. Yang paling penting juga kami menginfokan ke peternak untuk sementara ini, jangan membeli ternak baru dulu," ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, dikonfirmasi, Sabtu(4/1/2025).

Anton menegaskan pengawasan lalu lintas hewan terus dilakukan, untuk memastikan kesehatan ruminansia yang masuk atau keluar dari Kota Malang. Pihaknya juga mengimbau peternak agar lebih berhati-hati dalam mendatangkan hewan baru, karena proses pengangkutan dapat menjadi media penularan virus PMK.

"Karena apakah ada penyakit baru saat pengantaran dalam kendaraan, kan kita tidak tahu jalannya virus itu. Jadi sementara ini sarannya peternak jangan beli ternak baru dulu," tegasnya.

Menurutnya jika peternak masih ingin membeli hewan ternak baru, maka harus benar-benar memperhatikan kesehatan hewan ternak. Yakni telah disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), yang menunjukan hewan telah divaksin.

"Sehingga daya tahan tubuh si ternak itu masih ada," imbuhnya.

Selain itu, Dispangtan Kota Malang kini mengoptimalkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada para peternak terkait bahaya PMK. Sosialisasi terus digencarkan, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit ini.

"Termasuk juga pemberian disinvektan dan obat cacing, dan kalau sudah ada gejala PMK akan kami lakukan pengobatan," paparnya.

Sebagai informasi, dari 25 kasus yang teridentifikasi pada Desember 2024, Anton menyebut 19 ekor hewan telah dinyatakan sembuh berkat deteksi dini dan pengobatan cepat saat munculnya gejala PMK. Namun, 2 ekor lainnya harus dipotong paksa, sementara 4 ekor masih dalam tahap penyembuhan.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.