04 April 2025

Get In Touch

Kemenhub Selidiki Penyebab Kecelakaan Tol Pandaan-Malang: Ada Dugaan Overheating 

Tim KNKT Kemenhub saat melakukan pengecekan rangka bus yang terlibat kecelakaan di KM 77 Tol Pandaan-Malang kemarin, Selasa (24/12/2024). (Santi/Lenteratoday)
Tim KNKT Kemenhub saat melakukan pengecekan rangka bus yang terlibat kecelakaan di KM 77 Tol Pandaan-Malang kemarin, Selasa (24/12/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasif kecelakaan maut yang terjadi di KM 77 Tol Pandaan-Malang pada Senin (23/12/2024). 

Dugaan sementara mengarah pada masalah overheating. Hal ini menyebabkan truk tronton wingbox mundur tak terkendali di tanjakan. Kemudian menabrak bus yang melaju dari arah Surabaya menuju ke Malang.  

"Kami melakukan identifikasi kendaraan truk tronton wingbox yang saat ini ada di Rest Area 83 Tol Pandaan-Malang. Kesimpulan yang kami temukan sementara ini adalah ada over heating,"ujar  Penguji penyelia Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kemenhub, Umar Faruq, ditemui di Kantor Satpas Singosari, Selasa (24/12/2024). 

Umar mengatakan, selama pemeriksaan tersebut, terdeteksi tangki reservoir radiator truk kehabisan air, dan dua selang yang menghubungkan reservoir dengan radiator terlepas. Akibatnya, sistem pendingin kendaraan tidak berfungsi dengan baik, yang menyebabkan suhu mesin meningkat drastis hingga terjadi overheating.

"Itu yang menyebabkan over heating dan fatal. Kedua, ditemukan memang ada kebocoran sistem pengereman, dimungkinkan perawatan dari pihak yang bersangkutan yang kurang akti," ungkapnya. 

Menurut Umar, kebocoran pada sistem pengereman dibuktikan dengan minyak rem yang tercampur dengan air serta reservoir di tanki minyak rem yang habis.  Hal ini mengindikasikan kerusakan pada sistem pengereman truk wingbox tersebut. 

Lebih lanjut, Umar juga menjelaskan, berdasarkan pengakuan sopir truk kepada pihak kepolisian, sopir berhenti di tanjakan karena kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Sopir kemudian turun setelah mengaktifkan hand rem dan mencoba untuk mengganjal ban. 

Namun, menurut Umar, sopir tidak menyadari selang pendingin yang lepas dan memicu overheating. "Terlepas itu apakah ada perubahan sistem remnya, olinya, kami gak tahu. Yang jelas kan sempat berhenti. Sebagai catatan, ini sopirnya sendiri. Seharusnya kan didampingi kernet sehingga bisa meminta tolong kernet untuk mengganjal," tuturnya. 

Disinggung terkait dugaan truk yang kelebihan muatan, Umar memyampaikan, berdasarkan data yang diperoleh tidak ditemukan indikasi truk melebihi kapasitas angkut yang ditentukan. Daya angkut truk wingbox yang memuat pakan ternak tersebut tercatat sebesar 11.200 kilogram, sesuai dengan kapasitas yang tertera dalam buku petunjuk kendaraan. 

Di sisi lain, Umar juga menjelaskan terkait kondisi bus yang terlibat dalam kecelakaan ini. Menurutnya, bus tersebut tertabrak oleh truk yang mundur, bukan menabrak truk. 

Meskipun bagian depan bus mengalami kerusakan parah akibat tabrakan, hasil pemeriksaan menunjukkan mesin bus berfungsi dengan baik dan tidak ada kebocoran pada sistemnya. Tim KNKT memastikan bus tersebut masih laik jalan hingga Februari 2025.

"Kemudian sebagai catatan, kendaraan bus ini mesinnya di belakang bagus, berfungsi, tidak ada kebocoran. Jadi untuk sementara bus ini terimbas dari mundurnya truk tronton tadi," tutupnya. 

Reporter: Santi Wahyu/Editor:Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.