06 April 2025

Get In Touch

Upaya Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini, Pemkot Malang Targetkan Vaksinasi HPV untuk 6.500 Siswa

Pelaksanaan Vaksinasi HPV di Kota Malang, Jumat (20/12/2024). (Santi/Lenteratoday)
Pelaksanaan Vaksinasi HPV di Kota Malang, Jumat (20/12/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan vaksinasi Human papillomavirus (HPV) untuk 6.500 siswa perempuan usia 15 tahun, sebagai upaya pencegahan kanker serviks sejak dini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyebutkan program ini akan mencakup peserta dari SMP, madrasah, dan pondok pesantren, dengan vaksinasi dilakukan dalam tiga dosis.

“Targetnya itu insyaallah 6.500, itu sesuai data kami. Karena kalau di SMP itu kisaran 4.000 sekian sampai 5.000. Nanti ditambah lagi yang dari madrasah dan pondok pesantren. Sekarang ini pesertanya ada 1.009 anak perempuan usia 15 tahun,” ujar Suwarjana, Jumat (20/12/2024).

Suwarjana juga berharap orang tua dapat memberikan izin kepada putri mereka untuk mengikuti program vaksinasi ini. Menurutnya, meskipun awalnya banyak orang tua yang menolak, pemahaman mengenai manfaat vaksinasi HPV semakin meningkat seiring dengan sosialisasi yang dilakukan pihak sekolah dan dinas terkait.

“Kami harap orang tua sadar dan mengizinkan putrinya untuk divaksin. Karena ini sangat berguna dan sangat bermanfaat bagi putrinya,” imbuhnya. Ia juga menambahkan, beberapa orang tua sempat menolak vaksinasi tersebut, namun setelah diberikan penjelasan, mereka akhirnya bersedia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menekankan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan yang signifikan terhadap kanker serviks. Menurutnya, angka kejadian kanker serviks di Kota Malang cukup tinggi, dan vaksinasi ini merupakan upaya preventif yang perlu didorong.

Husnul juga mengungkapkan, deteksi dini kanker serviks di Kota Malang menggunakan teknik Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) menunjukkan angka yang cukup mencemaskan. Dari 290 wanita yang melakukan skrining IVA, sekitar 18 persen terdeteksi mengidap kanker serviks, meski sebagian besar masih berada pada tahap awal (grade 1), yang dapat ditindaklanjuti dengan pengobatan lebih lanjut di puskesmas.

Oleh karena itu, Husnul menegaskan vaksinasi HPV sangat diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi virus HPV yang dapat mengarah pada kanker serviks. Menurutnya, pemberian vaksinasi ini juga diperuntukan pada anak perempuan mulai dari usia 11 tahun sebagai upaya memberikan perlindungan maksimal sejak dini.

“Di usia 11, 12, dan 15 tahun itu kita perlu menyiapkan kekebalan, terutama terhadap infeksi HPV. Ini langkah pencegahan yang sangat penting,” lanjutnya.

Mengenai capaian vaksinasi HPV, Husnul optimistis dapat mencapai angka 95 persen. "Insyaallah kita bisa menurunkan angka kejadian kanker serviks sampai 95 persen, dengan vaksinasi ini yang terdiri dari tiga dosis,” tutup Husnul. (*)

Reporter: Santi Wahyu |Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.