
JAKARTA (Lenteratoday) - Tanaman kumis kucing memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Misalnya untuk mengobati masalah pernapasan, mencegah jamur, detoks alami, membantu menurunkan berat badan, dan menangani masalah diabetes.
Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) adalah tanaman yang bisa ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa. Tanaman ini tumbuh secara alami di tepi hutan, tetapi umumnya terlihat di sepanjang pinggir jalan dan tanah yang tidak terpakai.
Tumbuh dengan liar, tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bagian dari tanaman ini yang digunakan untuk diolah adalah daunnya, sedangkan bagian lain tidak direkomendasikan. Simak selengkapnya manfaat tanaman kumis kucing untuk kesehatan di sini!
Manfaat Tanaman Kumis Kucing
Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-hipertensi yang membantu menghilangkan gejala rematik dan asam urat. Oleh karenanya, ia bisa membantu untuk meningkatkan aliran urine.
Nah, berikut ini adalah manfaat tanaman kumis kucing:
- Membantu Masalah Pernapasan
Kumis kucing dapat membantu mengatasi masalah pernapasan seperti asma dan batuk. Terkadang, supaya hasilnya lebih maksimal, tanaman ini juga dicampur dengan tanaman herbal lain yang juga bermanfaat untuk mengatasi masalah pernapasan.
- Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Kandungan dalam tanaman ini membantu mengurangi tingkat tekanan darah. Tindakan anti-oksidan dan anti-inflamasi pada kandungan methylripariochromene dari tanaman inilah yang membantu menurunkan tekanan darah.
- Mengobati Masalah Saraf yang Menyebabkan Napas Pendek
Tanaman kumis kucing dapat mengobati masalah napas pendek terkait saraf. Satu-satunya hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan ramuan ini adalah dosisnya yang harus diperiksa dengan cermat sebelum dikonsumsi.
Sebab, overdosis mungkin memiliki beberapa efek berbahaya bagi tubuh.
Nah jika kamu punya masalah dengan pernapasan, kamu bisa buat janji medis untuk pemeriksaan kesehatan lewat aplikasi Halodoc.
- Mengobati Jamur Kulit
Sebagai tanaman yang mengandung senyawa anti-jamur, kumis kucing bisa mencegah pertumbuhan parasit dan inang asing yang hidup di tubuh. Cara kerjanya adalah dengan memotong rantai pasokan nutrisi jamur. Oleh karena itu, kumis kucing dapat dioleskan ke area kulit yang terinfeksi jamur. - Menyembuhkan Masalah Kandung Kemih
Karena kumis kucing dapat membersihkan saluran dan memudahkan kerja sistem tubuh, maka tanaman ini juga dinilai efektif sebagai pengobatan terhadap infeksi di kandung kemih. Ia juga mampu mencegah masalah kandung kemih terjadi di masa depan.
- Mengobati Gangguan Ginjal
Kumis kucing juga populer disebut sebagai tanaman Ginjal, bisa jadi karena tanaman ini dapat mengobati gangguan ginjal. Tanaman ini bermanfaat digunakan untuk mengobati infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, permasalahan sering buang air kecil dan keberadaan batu kandung kemih.
- Bertindak sebagai Detoks
Kumis kucing telah dikonsumsi di pulau Jawa sejak lama sehingga disebut juga sebagai teh Jawa. Alasan orang Jawa mengkonsumsi ramuan ini adalah karena khasiatnya yang membersihkan tubuh atau istilahnya sebagai detoks.
Tanaman kumis kucing dapat bertindak sebagai pembersih alami dan mengeluarkan racun dan bahan asing yang tidak diinginkan dari dalam tubuh.
- Mengatur Gula Darah
Kumis kucing juga dapat menjaga kadar gula darah dalam tubuh, sehingga direkomendasikan untuk dikonsumsi pengidap diabetes. Cara kerjanya, tanaman ini secara efektif mengatur kadar glukosa dalam gula dan dengan demikian membantu mengontrol diabetes secara efisien.
- Penurunan Berat Badan
Sebagai bagian dari detoksifikasi alami, kumis kucing juga berkaitan dengan penurunan berat badan. Itulah sebabnya, tak jarang tanaman ini juga diolah sebagai obat diet. Ia juga bisa ditemukan dalam bentuk pil, teh, dan minuman ekstrak.
Cara Mengonsumsi Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan
Daun kumis kucing biasanya dikonsumsi dalam bentuk suplemen herbal dan teh (air rebusan daun kumis kucing). Jika Anda ingin mengonsumsi daun kumis kucing dalam bentuk suplemen, sebaiknya pilih produk yang telah dianjurkan dokter dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
Hal tersebut dapat menghindarkan Anda dari efek samping daun kumis kucing yang tidak diinginkan. Jika ingin mengonsumsi obat herbal ini dalam bentuk teh, Anda dapat mengikuti beberapa cara berikut ini:
• Siapkan 4–5 lembar daun kumis kucing yang sudah dicuci bersih.
• Kemudian, rebus daun kumis kucing tadi dengan segelas air hingga mendidih.
• Setelah itu, teh daun kumis kucing pun siap dikonsumsi.
• Jika ingin menambahkan sedikit rasa manis, Anda bisa menambahkan madu.
Pada kesimpulannya, efek samping daun kumis kucing yang dijadikan sebagai obat herbal memang belum diketahui secara pasti. Namun, Anda hanya perlu waspada jika sedang mengonsumsi obat yang mengandung litium dan obat hipertensi, karena hal ini dapat menimbulkan interaksi obat.
Jika Anda ingin mendapatkan potensi manfaat dari daun kumis kucing, tetapi memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, sedang hamil, dan akan menjalani operasi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan saran konsumsi yang sesuai.
Co-Editor: Nei-Dya