07 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 8.335 Keluarga di Kota Kediri terima Bansos Sembako dan PKH Tahap III dan IV 2024

Proses pembagian bantuan sosial (bansos) sembako dan Penerima Keluarga Harapan (PKH) Tahap III dan IV Tahun 2024 di Kota Kediri kembali disalurkan ke keluarga penerima melalui Kantor Pos.
Proses pembagian bantuan sosial (bansos) sembako dan Penerima Keluarga Harapan (PKH) Tahap III dan IV Tahun 2024 di Kota Kediri kembali disalurkan ke keluarga penerima melalui Kantor Pos.

KEDIRI (Lenteratoday) - Program bantuan sosial (bansos) sembako dan Penerima Keluarga Harapan (PKH) Tahap III dan IV Tahun 2024 di Kota Kediri kembali disalurkan ke masyarakat. Penyaluran yang dilakukan melalui PT Pos ini diberikan kepada 8.335 penerima yang dijadwalkan selama seminggu, 17-24 Desember 2024.

Dari 8.335 penerima terinci 2.659 penerima dari Kecamatan Kota, 3.076 penerima dari Kecamatan Mojoroto dan 2.600 penerima dari Kecamatan Pesantren. Para penerima adalah warga yang terdaftar pada Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

“Penerima sembako BPNT dan PKH ini adalah masyarakat yang masuk DTKS. Bantuan sosial yang diserahkan untuk masing-masing penerima sebesar Rp. 1,2 juta dari nominal bantuan sebesar 200 ribu per bulan yang diterimakan dalam kurun waktu 6 bulan,” terang Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Paulus Luhur Budi, Rabu (18/12/24).

Sementara untuk penyaluran PKH, masing-masing penerima manfaat mendapat nominal berbeda tergantung syarat dan komponen seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, serta disabilitas.

"Kriteria penerima bansos sembako dan PKH pun berbeda. Untuk bansos sembako dengan kriteria;masyarakat miskin yang masuk data DTKS sedangkan PKH dengan kriteri; memiliki 1 dari 5 komponen yakni lansia, balita, ibu hamil, anak sekolah dan disabilitas," terangnya.

Paulus menambahkan Dinsosdalam kegiatan ini berperan melakukan monitoring dan menerima aduan dari masyarakat jika terjadi ketidaksesuaian data dengan kondisi penerima.

“Data bantuan sosial itu dinamis. Tidak selamanya yang menjadi penerima terus menjadi penerima dan begitu sebaliknya. Untuk itu masyarakat bisa ikut memantau dengan melaporkan penerima bantuan yang mungkin tidak tepat sasaran," katanya. Aduan dapat disampaikan melalui kelurahan masing-masing atau melalui aplikasi cek bansos milik Kemensos.

Guna kelancaran kegiatan penyaluran ini, Paulus mengaku pihaknya menerjunkan beberapa tim dengan dibantu relawan dari Tim Reaksi Cepat (TRC). Sekaligus dalam kesempatan tersebut Paulus mengimbau kepada para penerima untuk membelanjakan bantuan yang diberikan sesuai dengan ketentuan.

"Kalau untuk penerima sembako silakan untuk dibelanjakan sesuai ketentuan, dalam artian untuk pemenuhan bahan pokok, beras, lauk pauk, kemudian untuk PKH silahkan untuk dibelanjakan kebutuhan untuk pemenuhan nutrisi, keperluan penunjang untuk merawat lansia, gizi anak terutama untuk mengatasi stunting," pesannya.

Paulus berharap bantuan yang diberikan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti bahan pangan, pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Lailatul Badriah salah satu penerima bantuan sembako asal Kelurahan Setonopande mengaku bersyukur. Ibu satu anak itu mengaku senang mendapat bantuan sembako karena dapat membantu keluarga mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bantuan rencana langsung dibelikan kebutuhan pokok seperti beras, telur dan minyak.

"Program ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat. Salah satunya seperti saya yang sehari-harinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Dengan bantuan ini tentu membantu meringankan ekonomi keluarga saya," ungkapnya. (*)

Reporter : Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.