07 April 2025

Get In Touch

DPRD Jatim Dorong Mitigasi Bencana di Wilayah Rawan Pamekasan

Momentum penyaluran bantuan dari DPRD Jatim kepada keluraga korban kebakaran hutan dan lahan di Pamekasan.
Momentum penyaluran bantuan dari DPRD Jatim kepada keluraga korban kebakaran hutan dan lahan di Pamekasan.

SURABAYA (Lenteratoday) – Bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda Desa Nyalabuh Daya, Pamekasan, menjadi sorotan serius DPRD Jawa Timur. Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menegaskan pentingnya langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

“Kawasan ini sudah sering dilanda bencana, baik kebakaran hutan maupun angin kencang. Kita harus mengambil langkah proaktif, bukan hanya reaktif. Mitigasi bencana harus menjadi prioritas semua pihak,” ungkap Sri Untari, Kamis (12/12/2024).

DPRD Jatim turut menyalurkan bantuan kepada keluarga korban berlangsung di Kantor Kecamatan Pamekasan, Kamis (12/12/2024). Selain menyerahkan santunan uang duka, Sri Untari mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman bencana di kawasan rawan seperti Pamekasan.

Bantuan diserahkan kepada ahli waris almarhum Moh Sinin, korban kebakaran hutan di Desa Nyalabuh Daya, dan ahli waris almarhumah Sanaryam, korban kebakaran hutan di Desa Bengkes, Kecamatan Kadur. Santunan juga diberikan kepada Bapak Agus Subaidi, korban luka berat akibat angin kencang di Desa Plapak, Kecamatan Pegantenan.

Sri Untari menyatakan bahwa DPRD Jatim akan terus mendukung program penguatan mitigasi bencana, baik melalui alokasi anggaran maupun kebijakan strategis. Menurutnya, langkah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang perlu dilibatkan dalam edukasi dan pelatihan mitigasi.

“Kami mendorong agar ada sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan dan penanganan awal bencana. Hal ini penting untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi,” terangnya.

Perempuan yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut juga memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan Pamekasan atas respons cepat mereka dalam menangani bencana. Solidaritas dari pemerintah, aparat desa, dan masyarakat lokal menjadi salah satu kunci penting dalam penanganan situasi darurat.

“Kami berterima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah membantu korban. Ini adalah contoh baik bagaimana kita harus bersatu menghadapi bencana,” ucapnya.

Tidak hanya menyalurkan bantuan, Sri Untari menuturkan, ia juga berdialog langsung dengan keluarga korban untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka. Ia memastikan bahwa DPRD Jatim akan terus memantau kebutuhan para korban hingga mereka bisa pulih sepenuhnya.

Sri Untari menekankan pentingnya pengawasan di kawasan hutan yang rawan kebakaran, mengingat dampaknya yang luas, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengawasan yang intensif harus didukung dengan pemberdayaan masyarakat sekitar agar mereka dapat berperan aktif menjaga kelestarian hutan.

“Pengawasan harus diperketat, terutama di musim kemarau yang berisiko tinggi. Masyarakat setempat perlu diberi tanggung jawab sekaligus dukungan untuk menjaga hutan mereka,” ujarnya.

Sri Untari berharap, momentum ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan bahaya bencana. “Kita harus bersatu, belajar dari pengalaman, dan memperkuat solidaritas untuk menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah konkret dan komitmen bersama, ia optimis Jawa Timur dapat menjadi wilayah yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*)

Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.