
JAKARTA (Lenteratoday) - Pemerintah Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah dan pesantren guna mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Program ini fokus pada pemenuhan gizi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif anak, terutama dalam mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia.
Mengutip dari Liputan6.com, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusulkan agar ikan kaleng dimasukkan dalam menu MBG. Ikan kaleng dinilai praktis, mudah didistribusikan, dan dapat memenuhi kebutuhan protein, terutama di daerah yang kesulitan mendapatkan ikan segar. Hal ini juga membantu meningkatkan akses pangan bergizi di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Ikan kaleng dapat menjadi solusi protein yang terjangkau dan efisien. Berikut adalah beberapa manfaat ikan kalengan bagi kesehatan anak.
Sumber Protein Berkualitas Tinggi
Ikan kaleng merupakan salah satu sumber protein yang mudah diakses dan terjangkau. Protein adalah komponen penting dalam tubuh yang berperan dalam pembentukan otot, jaringan tubuh, serta produksi enzim dan hormon. Bagi anak-anak, asupan protein yang cukup sangat vital untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan kulit dan rambut.
Ikan kaleng, seperti ikan tuna atau sarden, dapat menjadi pilihan utama dalam memastikan anak-anak mendapatkan protein yang dibutuhkan tanpa perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan ikan segar. Dengan begitu, anak dapat beraktivitas dengan energi yang penuh setiap harinya.
Mengandung Asam Lemak Omega-3 untuk Perkembangan Otak
Salah satu manfaat terbesar dari ikan kalengan adalah kandungan asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA. Asam lemak ini berperan penting dalam perkembangan otak anak, terutama pada masa-masa kritis perkembangan awal mereka. Omega-3 diketahui dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak. Mengonsumsi ikan kaleng secara rutin bisa membantu anak-anak memiliki perkembangan otak yang optimal, yang pada gilirannya juga mendukung prestasi akademis mereka.
Selain itu, omega-3 dalam ikan kaleng juga memiliki manfaat untuk kesehatan mata dan jantung. Hal ini menjadikan ikan kaleng sebagai pilihan yang sangat baik untuk menunjang tumbuh kembang anak yang sehat. Manfaat jangka panjangnya tidak hanya terbatas pada perkembangan fisik, tetapi juga kognitif dan emosional.
Mendukung Kesehatan Tulang Anak
Ikan kaleng kaya akan kalsium dan vitamin D, dua nutrisi yang sangat penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang yang kuat. Kalsium membantu memperkuat struktur tulang, sementara vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Selain itu, ikan kaleng juga mengandung selenium dan zinc yang berperan dalam meningkatkan sistem imun anak. Kedua mineral ini membantu tubuh melawan infeksi dan memperkuat pertahanan tubuh anak terhadap berbagai penyakit.
Mengandung sodium yang tinggi
Walaupun dikatakan sebagai makanan sehat, tidak bisa dipungkiri ikan kaleng memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.
Beberapa olahan ikan kaleng yang biasanya memiliki kadar sodium tinggi dan terasa asin adalah olahan ikan tuna, ikan sarden, ikan teri, dan lainnya. Hal ini dikarenakan ikan-ikan tersebut berasal dari laut yang airnya memiliki kandungan garam tinggi.
Garam sebenarnya bermanfaat bagi anak, kandungan yodium yang dimiliki pada garam dapat membantu mengatur proses metabolisme tubuh.
Namun jika Mama ingin memilih ikan kaleng dengan kadar garam yang tidak begitu tinggi, Mama bisa memilih ikan kaleng dengan tulisan 'tanpa garam tambahan' atau memeriksa takaran saji di kemasan ikan kaleng.
Dengan berbagai manfaat tersebut, ikan kaleng dapat menjadi bagian penting dari program MBG. Mendukung kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia, serta membantu mengurangi angka stunting.
Pilih yang bebas BPA
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, jika daging, sup, sayur, buah, dan ikan dikemas dalam kaleng yang bebas BPA dan tidak mengandung banyak garam atau bahkan tidak mengandung garam sama sekali, produk tersebut dinilai cukup aman.
Sebab menurut mereka, jika makanan tersebut dikemas menggunakan kaleng yang bebas BPA dan tidak mengandung banyak garam, berarti makanan tersebut mengandung nutrisi yang sama seperti makanan segar pada umumnya.
Jadi kesimpulannya, memberikan makanan kaleng kepada anak dapat dikatakan tidak aman jika Anda memberikannya terlalu sering dan tetap memilih makanan kaleng yang tidak bebas BPA serta tinggi kadar natriumnya.
Sedangkan, jika Anda memberikan makanan kalengan yang terbebas dari BPA dan tidak mengandung natrium (minimal kadar garamnya rendah) serta tidak memberikannya terlalu sering, pemberian makanan kaleng bagi anak masih dianggap aman.
Tapi ingat, jangan berikan secara berlebihan. Karena hal itu bisa meningkatkan risiko kanker, gangguan fungsi otak terkait memori, pembelajaran, dan mood anak, bahkan perubahan hormon serta genetik yang dapat mengubah pola perilaku seseorang.
Untuk memilih makanan kaleng yang aman, selalu periksa kemasan dan pastikan Anda memilih makanan kaleng yang tertulis “BPA Free” atau jelas tidak mengandung BPA dan telah melewati uji laboratorium.
Co-Editor: Nei-Dya