Pakar Transportasi Dukung Rencana Konektivitas Dua Kantong Parkir di Kayutangan Heritage: Ada Catatannya!

MALANG (Lenteratoday) - Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk menghubungkan 2 kantong parkir di kawasan Kayutangan Heritage, mendapat apresiasi pakar transportasi. Langkah ini dinilai sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah parkir dan kemacetan di salah satu ikon wisata Kota Malang tersebut. Namun, sejumlah catatan teknis tetap harus diperhatikan agar rencana ini dapat berjalan optimal.
Pakar transportasi sekaligus Wakil Rektor II ITN Malang, Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT, mengatakan rencana konektivitas kantong parkir di bangunan bekas Mandiri Syariah, Jalan Basuki Rahmat, dengan kantong parkir vertikal di bekas perkantoran DLH, Jalan Majapahit, merupakan ide yang baik.
"Saya kira ini bagus, tapi harus ada analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang jelas. Di situ nanti akan disimulasikan kira-kira sistem keluar-masuknya seperti apa. Sehingga gangguan kemacetan itu bisa diminimalisir, jangan sampai malah menumpuk dan justru ke badan jalan," ujar Nusa, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Kamis (12/12/2024).
Menurut Nusa, andalalin penting untuk memetakan potensi dan kebutuhan parkir, termasuk mengatur kapasitas dan aksesibilitas kendaraan. Ia mengatakan, "Karena kan objek wisata itu kadang ramai kadang tidak. Sehingga sebenarnya perlu dilakukan penelitian di situ terkait dengan potensinya. Artinya apa, supaya nanti berapa yang disediakan itu harapannya bisa memenuhi," tambahnya.
Nusa juga menekankan pentingnya penyesuaian skema sirkulasi kendaraan dengan sistem satu arah yang diberlakukan di kawasan Kayutangan Heritage. Ia menyarankan agar Dishub Kota Malang melakukan simulasi andalalin, sehingga akses kendaraan dapat diatur masuk dari Jalan Majapahit dan keluar melalui Jalan Basuki Rahmat, atau sebaliknya.
"Perlu dibuatkan petunjuk-petunjuk sehingga pengendara atau pengunjung ini tahu kalau masuk lewat mana, ada simbol yang mengarahkan, yang melarang kalau parkir di titik-titik tertentu gak boleh. Jadi artinya lengkapi dengan petunjuk untuk sirkulasi keluar masuk di lokasi," tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, atau yang akrab disapa Jaya, menjelaskan rencana konektivitas dua kantong parkir di kawasan Kayutangan Heritage, sesuai dengan instruksi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan.
Jaya menambahkan, saat ini proses pengadaan lahan parkir di bekas bangunan Mandiri Syariah sedang diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk lelang konsultasi.
"Seleksi konsultan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan, dimulai Desember 2024 hingga Januari 2025. Setelah itu, kami rencanakan untuk membuka tender pada pertengahan Februari, yang akan memakan waktu sekitar 2 bulan. Di bulan April, Detail Engineering Design (DED) diharapkan sudah selesai, dan setelah itu kami akan mencari penyedia konstruksi,” jelasnya.
Menurut Jaya, jika proses berjalan tanpa kendala, proyek pembangunan kantong parkir ini diperkirakan akan dimulai pada Mei 2025, dengan estimasi waktu pengerjaan selama empat bulan. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi