
LAMONGAN (Lenteratoday) – Calon Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini berkunjung ke Pondok Pesantren Sunan Drajat di Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (26/11/2024).
Kunjungan tersebut bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi lebih sebagai momen untuk menimba ilmu atau "ngangsu kaweruh" dari seorang ulama sepuh yang dihormati di Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Sejak pertama kali memasuki kawasan pesantren yang penuh dengan nuansa spiritual dan kedamaian tersebut, Tri Rismaharini langsung disambut dengan penuh hormat oleh KH. Abdul Ghofur. Kedatangan Risma kali ini mencerminkan keseriusannya untuk terus menggali wawasan serta memperdalam nilai-nilai kepemimpinan yang berbasis pada kebijaksanaan dan tanggung jawab sosial.
KH. Abdul Ghofur, meskipun sudah lanjut usia, tetap memiliki semangat yang tinggi untuk berbagi ilmu dan kebijaksanaan kepada generasi muda. Sebagai sosok yang telah berkiprah lama dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat, beliau tidak hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga menekankan pentingnya sikap yang benar dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Dalam silaturahmi itu, KH. Abdul Ghofur mengingatkan Risma tentang esensi sejati dari kepemimpinan, yang jauh lebih kompleks daripada sekadar meraih posisi kekuasaan. Beliau menekankan pentingnya kecerdasan dalam mengambil keputusan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan yang mungkin datang dalam perjalanan.
"Kulo sebagai wong tuwo, Kulo mboten ngurusi politik tapi kulo bagian dungakno mergo wes tuwo. Kulo Wong tuwoe Indonesia (saya sebagai orang tua, saya tidak mengurusi politik tetapi mendoakan karena orang tua)," ungkap kata KH. Abdul Ghofur.
Pesan tersebut mengandung makna mendalam, yakni pentingnya keberkahan doa dari orang tua dalam perjalanan hidup seorang pemimpin. Selain itu, KH. Abdul Ghofur juga memberikan pesan bijak terkait karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin.
"Pesen kulo, pemimpin itu kudu pinter mergae dan siap melarat, nek gak malah ngerepoti dan melipir wae. Sing penting pinter noto pegawanian, ben rakyat gemah guripah lojinawi. Kudu pinter noto Indonesia (Pesan saya, pemimpin itu harus pimtar dan siap sengsara, kalau tidak. Kalau tidak, malah merepotkan dan lari dari tanggung jawab. Yang terpenting, pemimpin harus pandai mengatur pemerintahan agar rakyat sejahtera dan hidup makmur. Pemimpin harus pandai menata Indonesia)", ujar KH. Abdul Ghofur.
KH. Abdul Ghofur menambahkan, bahwa pemimpin harus memiliki integritas tinggi dan mampu menuntun rakyatnya menuju kehidupan yang lebih baik. Pemimpin yang hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak memahami kondisi rakyat, menurut beliau, tidak akan pernah berhasil membangun negara yang kuat dan sejahtera.
Kunjungan Tri Rismaharini ke Pondok Pesantren Sunan Drajat ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara dunia politik dan dunia pesantren. Risma menunjukkan bahwa sebagai seorang calon pemimpin, ia ingin membangun kepemimpinan yang tidak hanya berdasar pada politik praktis, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat memperkaya kebijaksanaan dalam memimpin. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi