04 April 2025

Get In Touch

Kawal Pilkada di Sampang, Polda Jatim Terjunkan Tim Khusus

Kawal Pilkada di Sampang, Polda Jatim Terjunkan Tim Khusus

SURABAYA (Lenteratoday) - Adanya Insiden Ketapang yang menyebabkan salah seorang pendukung calon bupati tewas oleh segerombolan bersenjata tajam menjadi perhatian khusus Polda Jatim dalam pelaksanaan Pilkada besok. Untuk itu, Polda menerjunkan tim khusus untuk melakukan pengamanan Pilkada Sampang 2024.

Bahkan, tim khusus tersebut sudah berada di Sampang pada Senin (25/11/2024) kemarin. Tim ini juga telah bergabung dengan personel lainnya yang juga bertugas untuk mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono menjelaskan adanya pasukan khusus khusus dari Polda Jatim untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Sampang sudah masuk dalam catatan sebagai salah satu kabupaten rawan di Jawa Timur.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tim khusus yang diterjunkan merupakan bentuk pengamanan Pilkada Sampang 2024. Tim khusus ini terjidi dari 5 SSK (Satuan Setingkat Kompi), yakni dari Brimob sebanyak 2 SSK, TNI AD sebanyak 2 SSK dan marinir 1 SSK.

"Jumlah TPS (tempat pemungutan suara) untuk pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Sampang berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebanyak 1.344 TPS yang tersebar di 180 desa dan enam kelurahan pada 14 kecamatan," kata AKBP Hendro Sukmono, Senin (25/11/2024) malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan berdasarkan pemetaan dari total 1.344 TPS tersebut sebanyak 939 TPS masuk kategori kurang rawan, 349 TPS masuk kategori rawan, dan 56 TPS sisanya masuk kategori sangat rawan. "Personel khusus Polda Jatim ini saat pencoblosan kita kerahkan ke TPS rawan ini," katanya.

Sementara itu, Insiden Ketapang yang terjadi pada 17 November 2024 bermula saat H Slamet Junaidi (Calon Bupati Sampang nomor 2) berkunjung ke Padepokan Babussalam milik Kiai Mualif sekitar pukul 14:30 WIB.

Saudara Kiai Mualif, yakni Kiai Hamduddin yang mengetahui kegiatan itu tidak terima dengan kedatangan Calon Bupati H Slamet Junaidi, sehingga menggerakkan sekelompok orang untuk melakukan penghadangan hingga akhirnya terjadi pembacokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia bernama Jimmy Sugito Putra.

Sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari insiden itu. Masing-masing bernama Moh Suaidi, Fendi Sranum, dan Abdul Rohman.

Kasus pembacokan oleh segerombolan orang itu menimpa pendukung pasangan Calon Bupati Sampang Slamet Junaidi-Achmad Machfudz (Jimat Sakteh) bernama Jimmy Sugito Putra, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Jimmy merupakan saksi dari pasangan Calon Bupati Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), seperti yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, Minggu (17/11/2024) malam.

Selanjutnya, para penghadang masuk ke area lokasi yang dikunjungi Slamet Junaidi. Sejumlah orang itu sempat cekcok mulut, hingga akhirnya terjadi penganiayaan.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Ketapang namun jiwanya tidak tertolong karena mengalami pendarahan aktif, akibat sabetan senjata tajam di bagian muka, punggung, dan tangan. Pada pukul 17.15 WIB, Minggu (17/11) korban meninggal dunia.

Sementara itu, Pilkada 2024 di Kabupaten Sampang akan digelar di 1.344 TPS yang tersebar di 180 desa dan enam kelurahan pada 14 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 737.832 orang, terdiri atas 369.301 pemilih laki-laki dan 378.248 perempuan.

Ada dua pasangan calon yang berkontestasi, yakni K.H. Muhammad Bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat (Mandat) dengan nomor urut 1 dan Slamet Junaidi-Ahmad Mahfud (Jimad Sakteh) nomor urut 2.

Pasangan Mandat diusung delapan partai politik, yakni Partai Golkar, PPP, PAN, PDIP, Demokrat, PBB, PSI, dan Partai Hanura. Sedangkan pasangan Jimad Sakteh diusung enam partai politik, yakni Partai NasDem, Gerindra, PKB, Gelora, PKS, dan Partai Garuda. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.