04 April 2025

Get In Touch

Kasus Gondongan di RI Lagi 'Ngegas', Catat Cara Obati dan Cegah!

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA (Lenteratoday) - Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Virus ini dapat menyebar dengan cepat kepada orang lain melalui percikan air ludah atau air liur penderita gondongan saat bersin dan batuk.

Kasus gondongan di Indonesia baru-baru ini mengalami peningkatan. Banyak anak-anak hingga remaja dilaporkan terjangkit penyakit ini, disebabkan oleh infeksi virus pada kelenjar ludah.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa meskipun ada peningkatan jumlah kasus gondongan (mumps) pada anak di beberapa wilayah, kondisi tersebut masih dapat terkendali.

"Peningkatan kasus terjadi di beberapa daerah, namun situasi saat ini masih terkendali," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, yang dikutip dari Antara pada Sabtu (16/11/2024).

Dikutip dari Medical News Today, gondongan merupakan infeksi virus yang sangat menular pada kelenjar ludah, yang sering menyerang anak-anak.

Gejala paling khas dari penyakit ini adalah pembengkakan kelenjar ludah, sehingga wajah pengidap terlihat membesar di bagian pipi. Kelenjar ludah yang biasanya terpengaruh adalah kelenjar parotis.

Gejala gondongan umumnya muncul 2-3 minggu setelah infeksi. Meski demikian, sekitar 20 persen pengidap tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada tahap awal, biasanya muncul gejala seperti flu, seperti:

  1. Nyeri tubuh
  2. Sakit kepala
  3. Hilangnya nafsu makan atau mual
  4. Kelelahan umum
  5. Demam ringan

Dalam beberapa hari, gejala khas gondongan mulai terlihat, seperti nyeri dan pembengkakan kelenjar parotis, salah satu dari tiga kelompok kelenjar ludah, yang menyebabkan pembengkakan pipi.

Meski jarang, gondongan juga dapat menyerang orang dewasa. Pada kasus ini, gejala biasanya serupa, tetapi terkadang lebih parah dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Karena disebabkan oleh virus, gondongan tidak dapat diatasi dengan antibiotik, dan hingga saat ini belum ada obat antivirus yang spesifik untuk mengobatinya.

Penanganan yang tersedia hanya bertujuan meredakan gejala hingga infeksi mereda, serupa dengan cara tubuh melawan flu. Sebagian besar pengidap gondongan sembuh dalam waktu sekitar dua minggu.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala meliputi:

  1. Mengonsumsi banyak cairan, terutama air putih, dan menghindari jus buah yang dapat merangsang produksi air liur.
  2. Mengompres area yang bengkak dengan sesuatu yang dingin.
  3. Mengonsumsi makanan lembut atau cair untuk mengurangi nyeri saat mengunyah.
  4. Beristirahat dan tidur yang cukup.
  5. Berkumur dengan air garam hangat.
  6. Mengonsumsi obat pereda nyeri.

Pencegahan gondongan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi. Vaksin gondongan dapat diberikan secara terpisah atau sebagai bagian dari vaksin MMR yang juga melindungi dari rubella dan campak.

Vaksin MMR biasanya diberikan kepada bayi berusia di atas satu tahun, lalu diulang sebelum memasuki usia sekolah.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran infeksi, beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan, seperti:

  1. Gunakan masker

Penularan virus penyebab gondongan dapat terjadi melalui percikan air ludah atau air liur penderitanya saat berbicara, batuk, atau bersin. Untuk mencegah penularan dan tertular virus tersebut, penderita mau pun orang sehat dianjurkan menggunakan masker, terutama di tempat umum.

Pastikan masker yang digunakan memiliki daya lindung yang kuat. Hal ini untuk menurunkan risiko penularan virus melalui droplet.

  1. Cuci tangan secara rutin

Secara tidak sadar, Anda mungkin suka menyentuh benda atau barang di sekitar. Anda pun tidak tahu apakah benda tersebut telah terkontaminasi virus atau tidak, termasuk virus penyebab gondongan.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum atau sesudah makan, setelah keluar dari toilet, atau setelah menyentuh benda dan barang di sekitar. Cuci tangan yang tepat perlu dilakukan selama kurang lebih 40 detik dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

  1. Gunakan hand sanitizer

Bila sedang bepergian dan tidak ada air untuk mencuci tangan, Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif guna mencegah penularan virus dan bakteri, termasuk virus penyebab gondongan.

Sebelum membelinya, pastikan hand sanitizer mengandung kadar alkohol setidaknya 60%. Hal tersebut untuk membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit.

  1. Hindari berbagi pakai barang pribadi

Cara mencegah gondongan selanjutnya adalah tidak berbagi pakai barang pribadi dengan orang lain. Barang pribadi tersebut bisa berupa piring, sendok, gelas, atau sikat gigi.

Pasalnya, virus penyebab gondongan sangat mudah menular melalui percikan air ludah atau air liur. Tidak hanya saat penderita gondongan bersin atau batuk, percikan air ludah atau air liur tersebut juga dapat menyebar ketika menggunakan barang pribadi dengan orang lain.

  1. Tingkatkan daya tahan tubuh

Untuk meminimalisasi infeksi paramyxovirus penyebab gondongan, Anda perlu meningkatkan daya tahan tubuh. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan guna meningkatkan imunitas tubuh, di antaranya:

• Konsumsi buah-buah dan sayur-sayuran kaya akan nutrisi.
• Cuci bersih buah dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi.
• Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.
• Olahraga secara rutin minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.
• Tidur malam yang cukup minimal 8 jam per hari.
• Jaga berat badan tetap ideal.
• Kelola stres dengan baik.

  1. Dapatkan vaksinasi

Meningkatkan daya tahan tubuh juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Selain itu, pemberian vaksin ini juga menjadi cara mencegah gondongan yang paling efektif. Untuk anak-anak, vaksin yang diberikan berupa vaksin MMR. Vaksin ini berguna melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.

Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 2 kali pada masa kanak-kanak, yakni pada usia 15–18 bulan dan pada usia 5–7 tahun. Pada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin atau hanya memperoleh 1 kali dosis vaksin, Anda masih bisa memperoleh vaksin tersebut.

Pemberian vaksin MMR bagi orang dewasa dianjurkan bagi orang yang bekerja atau tinggal di daerah yang rawan terpapar virus penyebab gondongan. Namun, pada beberapa orang, bahan dalam vaksin dapat menimbulkan alergi. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memperoleh vaksin gondongan.

Biasanya, virus penyebab gondongan ini akan menimbulkan gejala yang muncul sekitar 16–18 hari pascaterinfeksi. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, serta pembengkakan pada pipi dan rahang yang terasa nyeri saat ditekan.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.