
JAKARTA (Lenteratoday) - Pulau Maratua adalah satu di antara 31 gugus pulau di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia akan dikembangkai menjadi destinasi wisata premium. Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengemukakan rencana pemerintah terkait pengembangan pulau tersebut.
Sepanjang garis pantainya merupakan lokasi bertelurnya penyu hijau terbesar di Indonesia.
Obyek wisata ini selain menawarkan keindahan panorama pantainya juga keindahan taman bawah lautnya serta pemandangan iringan lumba-lumba yang sering muncul menyertai kapal menuju pulau ini. Obyek wisata ini dapat ditempuh dengan jarak 1,5 jam dari pulau Derawan.
"Kita ingin mengembangkan pariwisata yang tidak murah dan tidak murahan. Kita ingin ada klasifikasi wisata yang bisa didatangi secara masif dan ada yang tertentu," kata Akmal, seperti dikutip dari Antara.
Pulau Maratua, yang memiliki pantai dan pemandangan bawah laut indah, sudah sejak lama menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur. Namun, Akmal menilai potensi wisata Pulau Maratua masih bisa dikembangkan, agar nilainya menjadi lebih tinggi.
Pulau Maratua Cocok Jadi Destinasi Premium
Daerah wisata seperti Pulau Maratua dan Kakaban di Kalimantan Timur, menurut Akmal, cocok dikembangkan menjadi destinasi premium.
"Sebab, menurut pengalaman kita, pariwisata yang demikian masif akan cenderung menimbulkan dampak lingkungan yang cukup signifikan," katanya.
Akmal menyampaikan bahwa pemerintah daerah pernah menghentikan sementara kegiatan wisata ke Pulau Kakaban, karena ekosistem di danaunya terganggu.
Ubur-ubur yang ada di danau itu sempat menghilang selama beberapa waktu, tetapi dalam beberapa bulan terakhir sudah kembali terlihat. Penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi diduga berkaitan dengan kegiatan wisatawan di danau.
Untuk itu, pemerintah daerah kini terus berupaya mengembangkan usaha pariwisata di wilayah Kalimantan Timur.
Inisiatif-inisiatif juga sudah dijalankan untuk mempromosikan daerah wisata Kalimantan Timur, seperti Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan Derawan kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satunya penyelenggaraan Maratua Jazz Festival.
Akses Pulau Maratua
Ada dua cara untuk menjejakkan kaki di Maratua, yaitu lewat jalur laut dan udara.
Jika melalui laut, kita bisa memanfaatkan jasa perahu cepat atau speedboat dari Dermaga Sanggam di Kota Tanjung Redeb, Berau ke Maratua dengan lama perjalanan sekitar tiga jam. Kalau dari Tarakan, jarak tempuhnya sekitar 3,5 jam. Dapat pula berlayar dari Kota Tanjung Batu yang memakan waktu kurang dari satu jam ke Maratua.
Sedangkan kalau melintas lewat jalur udara, dapat memanfaatkan jasa penerbangan perintis yang dilayani pesawat berbadan kecil seperti Cessna dan ATR-72 berkapasitas 12-50 penumpang dari empat titik penerbangan. Yaitu, Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Bandara Kalimarau Berau, atau Bandara Juwita Tarakan.
Penerbangan dilayani maskapai Susi Air dengan jadwal di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dan menempuh waktu paling lama 1,5 jam. Sejak 2017 telah dibangun bandara perintis Maratua dengan fasilitas landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter. Terminal penumpangnya memiliki daya tampung 36 ribu orang per tahun.
Perjalanan udara dan laut dalam waktu lama akan terbayar lunas begitu sampai di Maratua. Keanekaragaman hayati Maratua terbilang tinggi dan membuatnya bak surga tersembunyi, karena terdapat terumbu karang tipe fringing reef, hutan mangrove, padang lamun jenis Halodule universis, dan aneka ikan karang menjadi magnet tersendiri untuk para wisatawan yang berkunjung dan didominasi oleh wisatawan mancanegara.
Pariwisata Pulau Maratua
Pariwisata di Pulau Maratua utamanya berupa penyelaman bawah laut. Terumbu karang tepi dan ikan karang dapat ditemukan di perairan Pulau Maratua yang didominasi padang lamun dengan jenis Halodule Uninervis. Pulau Maratua memiliki banyak lokasi penyelaman, diantaranya Jetty Dive, Turtle Traffic, Mid Reef, Eel Garden, Hanging Garden, Cabbage Garden, dan The Channel spot. Selain sebagai wisata bahari, sejak tahun 2015 Maratua juga memiliki acara tahunan yaitu Maratua Jazz and Dive Fiesta yang digagas oleh WartaJazz melalui kerja sama dengan Yayasan Berau Lestari.
Titik Penyelaman
Snorkeling dan menyelam menjadi dua kegiatan favorit wisatawan saat berkunjung ke Maratua. Setidaknya ada lebih dari 30 titik penyelaman dengan bermacam keunikannya. Namun, dari jumlah sebanyak itu, tercatat ada tujuh titik penyelaman terkenal dan menjadi kesukaan para penyelam domestik dan mancanegara. Misalnya Jetty Dive Spot dengan suguhan pemandangan berbagai jenis biota bawah laut seperti ikan buaya, harlequin shrimp, kawanan ikan mandarin, gurita biru, dan juga terumbu karang raksasa.
Berikutnya ada Turtle Traffic Spot, kita akan bertemu puluhan penyu hijau, penyu sisik yang sedang berenang bebas melewati terumbu karang warna-warni. Spesies biota laut yang dapat dijumpai di antaranya mantis shrimp, belut moray, dan lobster aneka ukuran. Ada lagi Mid Reef, titik penyelaman yang banyak terdapat jenis hiu jinak dan langka seperti hiu tikus (threser shark) dan hiu perawat (nurse shark). Kedua jenis hiu ini termasuk hewan dilindungi. Tak hanya hiu jinak saja, karena kita juga bisa menjumpai pari manta, ikan kakaktua, dan aneka kuda laut.
Selanjutnya adalah Eel Garden, titik penyelaman yang menjadi habitat belut laut dan ikan tuna spanyol, terbentang di sepanjang dasar laut berpasir dan dikelilingi oleh terumbu karang aneka warna. Lalu ada Hanging Garden, dan sesuai namanya banyak dijumpai terumbu karang vertikal jenis black coral trees yang membentuk dinding terjal. Masih ada titik penyelaman terkenal lainnya bernama Cabbage Garden dengan koleksi terumbu karang tak kalah menakjubkan.
Berbeda dengan titik-titik penyelaman sebelumnya yang ramah bagi penyelaman pemula, maka lokasi satu ini hanya untuk para penyelam berpengalaman saja. Namanya The Channel dan menjadi lokasi paling diminati para penyelam, karena selain pemandangan bawah lautnya sangat istimewa, adrenalin kita akan tertantang untuk berenang di antara belasan hiu berbahaya seperti hiu moncong putih, hiu abu-abu, dan hiu martil.
Co-Editor: Nei-Dya