05 April 2025

Get In Touch

Anggota DPRD Dukung Pemkot Palangka Raya Buat Kebijakan Lindungi Anak dari Eksploitasi

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus berupaya, untuk mewujudkan visi menjadikan sebagai Kota Ramah Anak.

Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari yang menilai upaya ini harus dilakukan guna melindungi anak-anak, dari berbagai bentuk eksploitasi serta memastikan hak-hak dasar anak terpenuhi.

"Selain itu dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman, serta mendukung perkembangan anak agar optimal," papar Rana, Kamis(24/10/2024).

Ia mengatakan belakangan ini isu mengenai eksploitasi anak, yang terlibat dalam aktivitas berjualan hingga larut malam menjadi perhatian publik. Menanggapi permasalahan tersebut, Pemkot Palangka Raya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Disdalduk KBP3A) mengambil langkah cepat, untuk mengatasi permasalah ini.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melakukan investigasi langsung, serta memberikan edukasi kepada orang tua anak-anak yang dilaporkan.

"Langkah cepat sangat diperlukan, untuk memastikan bahwa anak-anak di Palangka Raya tidak terjerumus bentuk eksploitasi ekonomi yang dapat membahayakan masa depan mereka," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah. Rana mengapresiasi langkah Pemkot Palangka Raya, yang telah menunjukkan komitmen serius dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Terkait dugaan eksploitasi anak, yang berjualan hingga malam hari.

Rana menambahkan anak-anak berhak mendapatkan waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Karena itu, segala bentuk aktivitas yang mengganggu hak-hak dasar mereka harus dihentikan. Selain itu, keterlibatan anak dalam kegiatan berjualan pada malam hari dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

“Sebagai wakil rakyat, saya mendukung penuh langkah Pemkot Palangka Raya yang telah bertindak cepat untuk memastikan bahwa anak-anak di Kota Palangka Raya tidak dieksploitasi," tegasnya.

Ia melanjutkan anak-anak selain bersekolah, seharusnya berada di rumah untuk belajar dan beristirahat. Jangan sampai harus berada di luar hingga malam untuk berjualan, ini bukan hanya masalah kemandirian tetapi juga hak-hak anak yang harus kita lindungi.

Rana menekankan bahwa Kota Ramah Anak bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Edukasi kepada orang tua sangat penting, karena orang tua sebagai pihak pertama yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak-anak. Semoga Program Kota Ramah Anak bisa diimplementasikan secara menyeluruh di semua wilayah Palangka Raya.

"Kami mendukung kebijakan yang berpihak pada anak-anak, serta memastikan anggaran yang memadai untuk program-program perlindungan anak, serta akan berperan dalam pengawasannya," pungkasnya.

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.