05 April 2025

Get In Touch

Ledakan Massal Walkie Talkie dan Pager di Lebanon Tewaskan 32 Orang

Ribuan orang terluka dan 12 orang tewas usai ribuan pager meledak di Lebanon. Foto: REUTERS/Mohamed Azakir
Ribuan orang terluka dan 12 orang tewas usai ribuan pager meledak di Lebanon. Foto: REUTERS/Mohamed Azakir

SURABAYA (Lenteratoday) - Gelombang kedua ledakan yang terjadi pada walkie-talkie di basis Hizbullah menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 450 orang lainnya di Lebanon. Sebelumnya, ledakan pager yang digunakan oleh Hezbollah menewaskan 12 orang, termasuk dua anak-anak, dan melukai hingga 2.800 orang lainnya di seluruh Lebanon

"Gelombang ledakan musuh yang menargetkan walkie talkie…menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 450 orang," kata kementerian kesehatan Lebanon dalam sebuah pernyataan dilansir dari detik.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/9/2024), seorang sumber yang dekat dengan Hezbollah mengatakan walkie-talkie yang digunakan oleh para anggotanya meledak di basisnya di Beirut, sementara media pemerintah melaporkan ledakan serupa di Lebanon selatan dan timur.

Rekaman AFP TV menunjukkan orang-orang berlarian mencari tempat berlindung ketika sebuah ledakan terjadi selama pemakaman anggota Hezbollah di Beirut selatan pada sore hari.

Ledakan kedua itu terjadi sehari setelah ledakan serentak pager yang digunakan oleh Hezbollah menewaskan 12 orang, termasuk dua anak-anak, dan melukai hingga 2.800 orang lainnya di seluruh Lebanon. Ledakan itu disebut sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dituduhkan kepada Israel.

Tidak ada komentar dari Israel, yang hanya beberapa jam sebelum serangan hari Selasa (17/9/2024) telah mengumumkan bahwa mereka memperluas tujuan perangnya dengan Hamas di Gaza untuk mencakup perangnya melawan sekutu kelompok Palestina, Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant buka suara setelah rentetan ledakan alat komunikasi pager hingga walkie-talkie milik Hizbullah meledak di sejumlah wilayah Lebanon dalam dua hari terakhir.

Meski tak menyinggung langsung ledakan di Lebanon, Gallant menyinggung "era baru" dalam perang yang dilakukan negaranya. Ia mengatakan pusat gravitasi perang bergerak ke utara.

"IDF membawa prestasi luar biasa, bersama dengan Shin Bet, bersama dengan Mossad, semua badan dan semua kerangka kerja dan hasilnya adalah hasil yang sangat mengesankan," kata Gallant saat berkunjung ke pangkalan Angkatan Udara Ramat-David di Israel utara, Rabu (18/9), dikutip dari CNN.(*)

Sumber : Detik/CNNIndonesia | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.