05 April 2025

Get In Touch

Enam Staf PBB Tewas Akibat Serangan Udara Israel ke Sekolah di Gaza

Kondisi sekolah yang dikelola UNRWA sekaligus kamp pengungsian di Gaza Tengah setelah serangan udara Israel.(foto:ist/Detik.Reuters)
Kondisi sekolah yang dikelola UNRWA sekaligus kamp pengungsian di Gaza Tengah setelah serangan udara Israel.(foto:ist/Detik.Reuters)

GAZA (Lenteratoday) - Badan pengungsi Palestina PBB atau UNRWA mengatakan 6 stafnya tewas, setelah dua serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah di Gaza tengah pada, Rabu(11/9/2024) waktu setempat. UNRWA menyebut ini sebagai jumlah korban tewas tertinggi, di antara stafnya dalam satu insiden.

"Di antara mereka yang tewas adalah manajer tempat penampungan UNRWA dan anggota tim lainnya, yang memberikan bantuan kepada orang-orang terlantar," kata UNRWA dalam postingan di media sosial X, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis(12/9/2024).

Sebelumnya pada, Rabu(11/9/2024) militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka melakukan serangan terhadap pusat komando dan kendali di Nuseirat, Gaza tengah yang dikatakan dioperasikan oleh faksi militan Palestina Hamas.

"Sekolah ini telah diserang lima kali sejak perang dimulai. Sekolah ini menampung sekitar 12.000 orang terlantar, terutama wanita dan anak-anak," ujar UNRWA menambahkan.

Kantor media pemerintah mengatakan serangan Israel tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk anggota staf UNRWA.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan kepada Reuters pada, Rabu(11/9/2024) bahwa kurangnya akuntabilitas atas pembunuhan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pekerja bantuan kemanusiaan di Gaza, sama sekali tidak dapat diterima.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah, untuk mengurangi risiko bahaya bagi warga sipil. Militer Israel mengklaim, bahwa setidaknya sepertiga dari korban tewas warga Palestina di Gaza adalah militan. Mereka menuduh Hamas menggunakan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia. Hal ini telah dibantah Hamas.

Perang di Gaza terjadi sejak 7 Oktober lalu ketika Hamas menyerang Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut penghitungan Israel. Serangan-serangan Israel berikutnya di Gaza telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

Sumber: Detik/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.