PANITIA Seleksi mengumumkan hasil profile assessment bagi calon pimpinan (Capim) dan calon anggota Dewan Pengawas (Cawas) KPK. Pansel menyatakan 20 orang lolos profile assessment Capim dan 20 lainnya lolos sebagai Cawas. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron yang menjadi sorotan akhirnya dinyatakan tidak lolos dalam tahapan ini. Masukan dari instansi negara dan masyarakat serta vonis melanggar etik menjadi catatan 'hitam' Nurul Ghufron. Meski demikian, para pegiat anti-korupsi masih melihat 'noda' di daftar nama-nama tersebut. Dua di antaranya Johanis Tanak dan Pahala Nainggolan. Kedua calon komisioner KPK itu, pernah dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik. Nama Johanis Budi yang genealogi politiknya berasal dari PDIP juga disentil. Keberadaan aparat penegak hukum di dalam jajaran pimpinan KPK juga menjadi sorotan tersendiri karena bisa membuka ruang konflik kepentingan dan loyalitas ganda. Hal ini potensi terjadi bila yang bersangkutan mengusut kasus di instansi asalnya.Meski demikian masih ada tahapan yang harus dijalani lagi yaitu tes wawancara dan tes kesehatan jasmani-rohani. Semoga makin bersih. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/09/12092024.pdf
[3d-flip-book id="196063" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/09/12092024.pdf">