
SURABAYA (Lenteratoday) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyebut 10% dari pasangan usia subur di Indonesia mengalami infertil atau kesulitan kemampuan dalam menghasilkan keturunan.
Angka ini merujuk pada data WHO, penelitian World Bank tentang penurunan fertilitas di Indonesia dan Penelitian dari Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri).
Menurut Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto SpOG. Subsp F.E.R, mengatakan ada gangguan kesuburan apabila pasangan suami istri yang berhubungan secara teratur selama 1 tahun dan belum ada kehamilan. Namun, jangka waktu ini bisa lebih pendek apabila usia istri di atas 35 tahun.
“Perempuan memang punya keterbatasan kualitas kesuburan. Di usia 35 mulai turun, 40 tahun bisa drop signifikan, 50 tahun menopause,” jelas Prof. Hendy saat Grand Opening Klinik Tiara IVF di RSIA Putri Surabaya, Sabtu (17/08/2024).
Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa potensi penyebab gangguan fertilitas sebenarnya berimbang. Untuk itu, ketika pasutri berkonsultasi wajib datang kedua-duanya ke dokter.
“Nanti kami lakukan eksplorasi dan akan menentukan serta melakukan tindakan yang sesuai. Tidak semua harus diatasi dengan bayi tabung,” Ketua Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri) ini.
Sementara itu, dr. Relly Yanuari P, SpOG. Subsp. F.E.R salah seorang dokter di Klinik Tiara IVF menyebut, teknik In Vitro Fertility (IVF) digunakan apabila ada masalah pada saluran reproduksi. Sehingga sel telur dan sel sperma dibantu dipertemukan di laboratorium.
Saat ini Tiara IVF menggunakan ICSI Mikroskop dengan macro manipulator. Dengan ICSI, ahli embriologi dapat menyeleksi sperma dulu memilih sel sperma unggul kemudian disuntikkan ke dalam sel telur menggunakan jarum khusus.
Selain itu, teknologi lain yang digunakan adalah EmbryoScope time-lapse system. Alat ini digunakan untuk memantau perkembangan embrio secara time lapse dan dibantu Artificial Intellegance (AI) untuk memilih embrio terbaik.
“Dengan embryoscope time lapse hal itu tak diperlukan lagi karena embrio bisa dimonitor secara real time di inkubator itu. Jadi mengurangi resiko kerusakan karena kemungkinan kontaminasi saat keluar masuk itu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Wakil Gubernur Jawa Timur Arumi Bachsin. Arumi mengatakan, dengan adanya teknologi canggih saat ini masyarakat diimbau melakukan program bayi tabung di dalam negeri.
"Karena selama ini bayi tabung banyak dilakukan di luar negeri. Tapi ternyata di sini (Surabaya) ada klinik yang bagus. Dengan layanan yang nyaman dan dokter-dokter berkualitas semoga bsa membantu pasangan yang ingin memiliki momongan,” ucapnya.
Tak lupa, Arumi berpesan kepada para pasutri untuk menjaga gaya hidup sehat agar mengurangi resiko gangguan kesuburan. (*)
Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi