
SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) menggelar pelatihan pembuatan minuman kekinian dengan berbagai varian rasa kepada para pedagang di Serambi Ampel.
Kepala Dinkopdag Surabaya, Dewi Soeryawati, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pedagang tentang varian rasa minuman kekinian. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting dan menjadi hal baru bagi pedagang Serambi Ampel. Karena, dalam pelatihan ini pedagang dibekali peningkatan skil, pengetahuan, dan kreasi dagangan yang dijual.
“Mereka kan dulu para PKL yang berdagang di sepanjang jalan wilayah Nyamplungan Pegirian itu. Kami yakin, pedagang ini sangat senang dan antusias dengan pelatihan seperti ini, karena ini merupakan hal baru untuk mereka yang sebelumnya belum pernah tahu apa sih pelatihan itu,” kata Dewi, Jumat (26/7/2024).
Dewi menjelaskan, dalam pelatihan ini, Dinkopdag juga memberikan materi dan teknik pembuatan minuman yang menarik bagi masyarakat, terutama untuk generasi muda.
“Kita ini melihat dan mengamati minuman-minuman yang dijual oleh pedagang itu, ada yang enak, ada juga yang perlu peningkatan segi citarasa, penyajian, dan pengemasan. Misalnya, kok ada yang warnanya ngejreng banget ya minumannya, kan dilihatnya juga agak mengkhawatirkan, takutnya pewarna di ingredientsnya tidak aman dan sebagainya. Lalu kita kan juga menerima masukan dari teman atau pengunjung tentang kualitas makanan dan minuman yang dijual di Serambi Ampel,” jelas Dewi.
Di pelatihan pembuatan minuman kekinian ke pedagang Serambi Ampel kali ini, pemkot berkolaborasi dengan Ares Chocolate. Ia menegaskan, pelatihan yang digelar oleh Dinkopdag Surabaya selama ini bersifat gratis tanpa ada pungutan biaya sedikitpun kepada para pedagang Serambi Ampel.
“Seperti di pelatihan kewirausahaan sebelumnya, pemkot juga menggandeng stakeholder seperti Ottimo International, dalam pelatihan Bakery. Kemudian dibantu juga oleh Surabaya Next Leader (SNL) dalam pelatihan packaging untuk pedagang Kalimas Timur,” sebutnya.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pedagang bisa mengimplementasikan hasil atau ilmu yang didapat selama pelatihan tersebut kedepannya. Selain itu, cara pandang pedagang tentang kreasi minuman juga semakin berkembang.
“Namanya pendampingan kan berkesinambungan, kita nanti akan evaluasi kembali, dan jika diperlukan, akan kita berikan pelatihan-pelatihan serupa. Misalnya, kalau yang tadi kan minuman, lain kali mungkin untuk yang makanan,” harapnya.
Sementara itu, Technical Beverage, PT Ares Kusuma Raya, Chef Yugha Murniawan mengatakan, dalam pelatihan ini dirinya membawakan lima resep minuman kekinian. Dari lima resep itu, diantara adalah resep minuman olahan berbahan teh dan bubuk. Mulai dari lemon tea, lychee tea, lychee squash, lemon squash, minuman coklat, dan matcha.
Ia menjelaskan, kelima resep ini adalah menu yang lagi tren di masa sekarang dan harga jual olahan minuman tersebut juga relatif murah meriah. “Alhamdulillah antusias ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini sangat heboh, di luar prediksi kami,” kata Yugha.
Ia mengungkapkan, bahan-bahan yang digunakan untuk resep tersebut mudah didapatkan oleh para pedagang Serambi Ampel. Dengan begitu, maka para pedagang tidak perlu khawatir, jika ingin mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk usaha minuman tersebut.
“Ada di toko bahan kue, di distributor juga ada. Jadi kita ini dari PT Ares Kusuma Raya yang bergerak dibidang pembuatan pabrik coklat dan dan gula cair, nah distributor kami juga sudah banyak di Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia berharap, adanya pelatihan ini, para pedagang lebih mengetahui market pasar, menu apa yang sedang tren di kalangan masyarakat. “Meskipun pedagang belum memiliki alat produksi yang bagus, tapi setidaknya punya skil dan produk yang bagus,” tukasnya. (*)
Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi