05 April 2025

Get In Touch

Terungkap Dalang Dibalik 5 Warga NU Bertemu Presiden Israel

Konferensi PBNU terkait 5 orang Nahdliyin bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.(foto:ist/tribunnews)
Konferensi PBNU terkait 5 orang Nahdliyin bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.(foto:ist/tribunnews)

JAKARTA (Lenteratoday) - Dalang dibalik kunjungan 5 warga NU (Nahdliyin) bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog akhirnya terungkap, yakni Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) advokat dari Israel.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengatakan pihak yang mengundang 5 orang Nahdliyin untuk bertemu Presiden Israel Isaac Herzog yakni lembaga swadaya masyarakat (LSM) advokat atau bidang hukum yang terafiliasi dengan Israel.

"Yang mengajak, dia ini, saya dari informasi setelah saya tanya, memang dari satu chanel NGO yang merupakan advokat dari Israel," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa(16/7/2024).

Gus Yahya menyampaikan LSM yang terafiliasi dengan Israel seperti itu, tersebar di berbagai negara. Dia mengatakan tujuan utama mereka yakni memuluskan kepentingan politik Israel.

"Jadi yang membantu citra Israel, melobi untuk kepentingan Israel, dan sebagainya. Ini yang mengajak dan konsolidasikan mereka, ya memang canggih sekali biasanya caranya. Tapi sekali lagi, ini sudah sering sekali begini nih, baik di Indonesia, belahan dunia lain, Irak," jelas dia.

Gus Yahya mengatakan jika kelima orang tersebut dikonsolidasikan, mereka didekati secara satu per satu untuk diajak berangkat ke Israel.

"Memang mereka di sana programnya adalah sekadar pertemuan-pertemuan intervene, dialog di sana dengan berbagai pihak. Katanya tanpa agenda pertemuan dengan Presiden Israel sebelumnya. Dan itu mendadak diadakan di sana," ungkapnya.

"Saya kira ini karena masalah ketidaktahuan teman-teman ini tentang konstelasi peta, karena ya mungkin belum cukup umur atau bagaimana ya jadi hasilnya beda seperti yang diharapkan," imbuhnya.

Sebelumnya, Gus Yahya meminta maaf terkait 5 orang Nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog dan memahami bahwa pertemuan itu tidak pantas.

"Sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas seluruhnya, bahwa ada beberapa orang dari kalangan NU yang tempo hari pergi ke Israel melakukan engagement di sana," kata Gus Yahya.

"Kami mengerti dan sangat memaklumi bahwa ini, kami merasakan hal yang sama bahwa ini adalah sesuatu yang tidak patut di dalam konteks suasana yang ada saat ini," tambahnya.

Sumber: detikNews/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.