MAHASISWA dari keluarga tidak mampu ikut merasakan getirnya imbas gangguan Pusat Data Nasional (PDN) karena diserang ransomware. Sebanyak 853.393 data calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) 2024 dikabarkan ikut 'amblas' alias hilang. Kementerian Pendidikan menginstruksikan perguruan tinggi memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi pendaftar KIP yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun ini. Tak hanya itu, kebobolan data ini juga berdampak pada 16.316 mahasiswa penerima KIP Kuliah 'ongoing'. Selama proses pemulihan, pengajuan dan pencairan akan dilakukan secara manual. Sistem KIP Kuliah akan kembali beroperasi sepenuhnya paling lambat pada tanggal 29 Juli 2024. Ironis, di dunia pendidikan dan kebudayaan saja total terlacak 47 domain layanan atau aplikasi yang terdampak. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/07/01072024.pdf
[3d-flip-book id="186817" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/07/01072024.pdf">