
NEW DELHI (Lenteratoday) - Enam bayi yang baru lahir telah meninggal setelah kebakaran melanda sebuah rumah sakit anak di ibukota India. Orang-orang berlari ke dalam kobaran api untuk menyelamatkan bayi-bayi tersebut. Kepolisian India mengatakan pada hari Minggu (26/5/2024), dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/5/2024).
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebut kebakaran dan kematian tersebut “menyayat hati” dalam sebuah unggahan di media sosial.
Pemadam kebakaran dipanggil setelah api melalap rumah sakit di Delhi pada Sabtu (25/5/2024) malam. Tetapi pada menit-menit pertama yang krusial, para warga sekitar yang melihat kebakaran tersebut dan menerobos kobaran api untuk menyelamatkan bayi-bayi yang baru lahir.
“Semua 12 bayi yang baru lahir berhasil diselamatkan dari rumah sakit dengan bantuan warga sekitar,” ujar perwira polisi senior Surendra Choudhary dalam sebuah pernyataan. Namun, ia menambahkan bahwa pada saat mereka mendapatkan pertolongan medis, enam diantaranya telah meninggal dunia.
Kebakaran di rumah sakit tersebut terjadi beberapa jam setelah kebakaran serupa di sebuah taman hiburan di negara bagian barat India, Gujarat, yang menewaskan 27 orang, termasuk empat anak-anak.
Dalam kebakaran tersebut - yang melanda sebuah pusat hiburan yang memiliki arena bowling dan permainan lainnya yang ramai dikunjungi oleh anak-anak - polisi memperingatkan bahwa banyak mayat yang terbakar parah sehingga sulit untuk diidentifikasi.
Kebakaran sering terjadi di India karena praktik-praktik pembangunan yang buruk, kepadatan penduduk dan kurangnya kepatuhan terhadap peraturan keselamatan.
“Tindakan hukum sedang dilakukan terhadap pemilik rumah sakit,” kata Choudhary.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana anak-anak itu meninggal.
Selain enam orang yang dilaporkan tewas, seorang bayi lain di antara 12 bayi yang dibawa keluar dari bangsal telah meninggal sebelum kebakaran terjadi, kata Choudhary, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Kebakaran terjadi di rumah sakit Perawatan Bayi di daerah Vivek Vihar, Delhi. Direktur Pemadam Kebakaran Delhi, Atul Garg, mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India (PTI) bahwa 14 mobil pemadam kebakaran dikirim untuk memadamkan api. “Api menyebar terlalu cepat karena ledakan pada tabung oksigen,” katanya.
Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal menyebut situasi ini “memilukan”. “Kami semua berdiri bersama mereka yang kehilangan anak-anak mereka yang tak berdosa dalam kecelakaan ini,” katanya di media sosial.
“Penyebab dari insiden ini sedang diselidiki, dan siapapun yang bertanggung jawab atas kelalaian ini tidak akan luput dari hukuman,” sambungnya.
Modi juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan bayi mereka. “Pikiran saya bersama dengan keluarga yang berduka di masa yang sangat sulit ini,” tulisnya di media sosial. “Saya berdoa agar mereka yang terluka dapat pulih secepatnya,” sambungnya.
Kedua kebakaran ini terjadi ketika India utara dilanda cuaca panas yang menyengat, dengan suhu di Delhi mencapai 46,8 derajat Celcius pada hari Sabtu, menurut Departemen Meteorologi India. (*)
Sumber: Channel News Asia
Penerjemah: Lambang (mk) | Editor : Lutfiyu Handi