
SURABAYA (Lenteratoday) - Es teler biasanya dibuat berkuah dengan isian irisan alpukat, kelapa muda, mutiara, sirup, kental manis dan serutan es.
Namun, di tangan Chef de Partie Pastry Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, Hizkia Seppratenta Kristiarto es teler tersebut dikembangkan sebagai hidangan penutup dengan dekontruksi (deconstructed food).
Chef Hizkia mengatakan, jika ia sengaja membuat hidangan deconstructed es teler untuk menyambut
Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.
"Jadi saya ingin membawa sisi fusion es teler ini dengan memadukan cake dan es krim,
elalui tampilan yang unik dan berbeda dari biasanya," kata Chef Hizkia, Jumat(24/5/2024).
Ia mengungkapkan, jika hidangan penutup ini disajikan menjadi beberapa bagian, namun tetap bisa dicampur dan dinikmati secara bersamaan.
“Jadi untuk kuahnya jadikan es krim, lalu ada mutiara, alpukatnya dijadikan mousse, penguatnya dibuat dari putih telur, gula, dan kelapa,” ungkapnya.
Bahkan untuk pembuatan es krim, Chef Hizkia sengaja membuatnya secara homemade.
"Untuk es krim kita homemade pakai basic vanila saus lalu ada santan juga," tambahnya.
Dengan hadirnya menu baru ini, Chef Hizkia berharap bisa menjadi pilihan menyegarkan bagi warga Kota Surabaya.
Reporter:Amanah/Editor:Ais