
SURABAYA (Lenteratoday) - Sampai saat ini Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), telah memberangkatkan kloter 20 jamaah haji menuju tanah suci.
Sementara har ini, telah diberangkatkan jamaah haji kloter 20 ke Bandara Juanda pada pukul 06.40 WIB, yang dijadwalkan terbang ke Madinah pukul 11.50 WIB.
Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan total sudah ada 7.418 orang yang terdiri dari 7.318 jamaah dan 100 petugas telah diberangkatkan ke tanah suci.
Lalu ada 12 orang masih tertunda keberangkatannya di AHES, dengan rincian 8 orang karena sakit dan 4 orang pendamping. Sakit yang diderita para jamaah antara lain gagal ginjal, anemia, fraktur, dimensia, gangguan pernapasan, dan gangguan pencernaan.
"Jamaah yang sakit ada 2 orang dari kloter 7 asal Lamongan, 1 orang dari kloter 8 asal Lamongan, 1 orang dari kloter 12 asal Tuban, 1 orang dari kloter 14 asal Surabaya, 1 orang dari kloter 16 asal Kabupaten Madiun, 1 orang dari kloter 17 asal Magetan, dan 1 orang dari kloter 18 asal Magetan," kata Abdul, Kamis(16/5/2024).
“Kita doakan semoga para jemaah segera pulih dan dapat segera berangkat ke tanah suci, seperti yang telah diharapkan mereka selama ini,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, jika hari ini, Kamis(16/5/2024) ada 5 kloter yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji yakni kloter 21 dan 22 dari Kota Malang pada pukul 08.00 WIB, kloter 23 dari Kota Malang pada pukul 13.50 WIB, kloter 24 merupakan gabungan dari Kabupaten/ Kota Malang dan gabungan Kota Surabaya serta kloter 25 dari Kabupaten Ngawi pada pukul 18.30 WIB.
Sementara terkait proses pengecekan barang di tas tenteng menjelang keberangkatan ke Bandara Juanda, masih ditemukan beberapa barang yang salah penempatan seperti benda tajam (silet, gunting, alat cukur, paku, dan pisau).
“Benda-benda tajam yang dipakai keperluan sehari-hari boleh dibawa ke tanah suci, asalkan disimpan di tas koper bagasi. Jika disimpan di tas tenteng akan diamankan oleh petugas,” ungkapnya.
Selain itu masih ada para jamaah yang membawa cairan lebih dari 100 ml di tas tenteng seperti sampo, minuman, kecap, dan madu.
“Cairan yang boleh masuk tas tenteng maksimal 100 ml, kalau lebih silahkan dikemas sesuai standar penerbangan dan disimpan di tas bagasi,” tukasnya.
Reporter:Amanah/Editor:Ais