07 April 2025

Get In Touch

Kisah Paridjan, Pencari Rumput Asal Lamongan Wujudkan Impian Istri Naik Haji

Paridjan bersama sang istri Tasriyatun menjalankan ibadah haji.
Paridjan bersama sang istri Tasriyatun menjalankan ibadah haji.

SURABAYA (Lenteratoday)- Keterbatasan bukan menjadi penghalang. Itulah kalimat yang tepat disematkan kepada Paridjan (65), jamaah haji kloter 7 asal Lamongan.

Pekerjaannya memang hanya sebatas sebagai buruh pencari rumput hewan ternak, namun tekad dan niatnya amat besar untuk pergi haji ke tanah suci bersama istri tercintanya, Tasriyatun.

Paridjan merasa sangat bersyukur karena tahun ini ia bisa mewujudkan impian tersebut. “Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” kisah Paridjan, Selasa (14/5/2024).

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan. “Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Pria yang berasal dari Rangge, Kelurahan Sukomulyo, Lamongan, Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa ia mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005. “Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 300 ribu, sebisanya saja,” ucapnya. 

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar sekitar 1,8 juta tiap bulan. Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” tambahnya. 

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011. 

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan.

Reporter: Amanah/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.