
SURABAYA (Lenteratoday) - Sebanyak 1.855 jamaah haji dari Embarkasi Surabaya telah terbang ke tanah suci. Mereka terbagi dalam lima kloter dan kloter 5 dilepas oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menuju Bandara Juanda pada pukul 11.40 WIB, Minggu (12/5/2024).
Ina Ammania menjelaskan tujuan kunjungan timnya ke AHES adalah ingin memastikan bahwa para jamaah menerima fasilitas dan layanan sesuai undang-undang yang berlaku. Ia pun menjelaskan setiap fasilitas telah disiapkan dari pemberangkatan di asrama haji hingga ke tanah suci.
“Kami telah meninjau ke lapangan bagaimana pelayanan kepada jamaah haji. Kami juga telah meninjau fasilitas di asrama haji hingga ke tanah suci telah siap,” tutur Ina.
Sementara itu, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris yang turut mendampingi Komisi VIII DPR RI menjelaskan bahwa semua jamaah berhasil berangkat hingga 5 kloter. “Alhamdulillah, tidak ada jamaah yang harus tertunda keberangkatannya di AHES karena alasan-alasan tertentu misalnya sakit. Sampai kloter 5 ini semua jamaah bisa berangkat ke tanah suci,” tuturnya.
Selama proses pemberangkatan 5 kloter, ada beberapa barang jamaah yang terpaksa harus disita dari tas tenteng demi keamanan penerbangan, antara lain sampo, madu, olive oil, aneka minuman, sirup. “Cairan pada dasarnya boleh dibawa di tas tenteng asalkan tidak lebih dari 100 ml,” tutur Haris.
Selain itu ada jamaah yang membawa tas tambahan berisi aneka makanan ringan dan lauk kering. “Sebenarnya tidak dilarang membawa barang-barang tersebut asalkan dikemas sesuai ketentuan, tas jamaah tersebut disita karena di luar ketentuan yang berlaku. Jadi masing-masing jemaah haji hanya diperkenankan membawa tas yang diperkenankan yakni 1 koper besar berlogo SV yang disimpan di bagasi dengan berat maksimal 32 kg, 1 tas tenteng berlogo SV dengan berat maksimal 7 kg, dan 1 tas paspor berlogo SV. Jika membawa tas tambahan di luar ketentuan tersebut, tentu akan diamankan petugas,” terang pria asal Gresik ini.
Barang lain yang diamankan petugas adalah benda-benda tajam seperti pisau, silet, cutter, gunting, dan alat cukur. “Jamaah haji boleh membawa gunting, alat cukur, dan sejenisnya asalkan di dalam tas koper bagasi. Jika disimpan dalam tas tenteng otomatis akan diamankan petugas pemeriksa,” jelasnya.
Pada hari ini, AHES dijadwalkan menerima kedatangan 5 kloter, yakni kloter 6 dari Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro pada pukul 11.30, kloter 7 dari Kabupaten Lamongan pada pukul 13.00, kloter 8 dari Lamongan pada pukul 15.30, kloter 9 dari Lamongan pada pukul 17.40, dan kloter 10 dari Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan pada pukul 19.00.
Dari kloter-kloter tersebut ada barang-barang yang diamankan petugas dari koper bagasi antara lain rokok yang melebihi 2 slop, cairan aerosol, dan powerbank yang kapasitasnya melebihi 10.000 maH. (*)
Reporter : Lutfi/rls | Editor : Lutfiyu Handi