06 April 2025

Get In Touch

Angka Stunting Kota Malang Capai 7,8 Persen, Pemkot Terus Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Senin (13/5/2024). (Santi/Lenteratoday)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Senin (13/5/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Berdasarkan data terbaru pada bulan Maret 2024, prevalensi stunting di Kota Malang berada di angka 7,8 persen turun dari 8,4 persen pada Februari lalu. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus memperkuat kolaborasi antar instansi, untuk terus menurunkan angka stunting di sepanjang tahun 2024 ini.

"Berdasarkan data Bulan Timbang, untuk update di bulan Maret yang kita ambil datanya di bulan April, stunting kita ada di angka 7,8 persen. Kalau yang di bulan Februari yang diambil di bulan Maret itu ada di angka 8,4 persen," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif ditemui di Balai Kota Malang, Senin(13/5/2024). 

Husnul memaparkan angka stunting yang turun tidak hanya terlihat dari data Bulan Timbang, tetapi juga berdasarkan dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Dalam SSGI sambung Husnul, Kota Malang mencatat prevalensi stunting sebesar 17,3 persen di mana angka tersebut berhasil di bawah rata-rata nasional dan regional.

"Kalau nasional itu prevalensi stunting ada di angka 21 persen, kemudian tingkat stunting di Provinsi Jatim ada di angka 18 persen. Nah Kota Malang ada di angka 17,3 persen," paparnya. 

Husnul menegaskan Pemkot Malang diharapkan mampu mencapai target nasional pada tahun 2024, yaitu 14 persen berdasarkan SSGI. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya Pemkot Malang akan terus memperkuat implementasi strategi kolaboratif lintas instansi, sesuai dengan instruksi Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. 

"Pak Pj pada saat laporan LKPJ di Triwulan II menyampaikan bahwa penanganan stunting ini adalah multisektoral, harus banyak yang terlibat di dalamnya. Jadi bukan hanya di Dinkes saja," jelasnya. 

Lebih lanjut, Husnul menyebutkan kolaborasi tersebut meliputi perbaikan fisik, pemenuhan gizi, pemberian edukasi secara terus menerus, serta perbaikan lingkungan. Dengan keterlibatan berbagai OPD dari sektor yang berbeda, diharapkannya upaya tersebut mampu memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kota Malang.

"Kemudian bagaimana dengan lingkungannya, ini juga ada OPD lain yang terlibat seperti bagaimana terkait rumah sehatnya, air minum sehatnya, jadi memang perlu kolaboratif," papar Husnul. 

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut intervensi berbasis kawasan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya mengurangi angka stunting ini. Dengan sejumlah kelurahan, menurutnya mulai menunjukkan peningkatan dan bahkan hampir mencapai target zero stunting. 

Wahyu juga menyampaikan setiap kelurahan akan dipantau secara ketat, untuk memastikan program-program penurunan stunting berjalan dengan efektif dan memberikan hasil yang diharapkan. Jika program tersebut berhasil, menurutnya Pemkot Malang akan memberikan penghargaan untuk mendorong motivasi pihak terkait, serta memacu kelurahan lainnya. 

Reporter:Santi Wahyu/Editor:Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.