07 April 2025

Get In Touch

Kemenkes: Kematian Akibat DBD pada 2024 Lebih Banyak Dibanding 2023

Ilustrasi nyamuk pembawa DBD
Ilustrasi nyamuk pembawa DBD

JAKARTA (Lenteratoday) - Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia pada 2024 ini meningkat dari tahun 2023 dalam periode yang sama. Hal itu berdasarkan data dari temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahw pada periode Januari hingga awal Mei 2023, jumlah kasus kematian akibat DBD ada 227 kasus. Sementara pada periode yang sama di 2024, meningkat menjadi 641 kasus. Dari angka tersebut maka terjadi kenaikan hingga 182 persen atau 2,8 kali lipat.

"Jumlah kasus DBD hingga minggu ke-18 ada 91.269 kasus dan jumlah kematian DBD yakni 641 kematian," kata Nadia dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu (11/5/2024).

Dia melaporkan lima Kabupaten/Kota dengan kasus kematian DBD tertinggi periode Januari hingga awal Mei 2024 adalah Kabupaten Bandung dengan 29 kematian, dan Kabupaten Klaten dengan 22 kematian.

Selain itu juga ada Kabupaten Jepara sebanyak 21 kematian, Kabupaten Subang dengan 20 kematian, serta Kota Bekasi dengan 19 kasus kematian.

Kemudian, ada lima wilayah dengan temuan kasus DBD tertinggi yakni Kota Bandung dengan 3.468 kasus. Kabupaten Tangerang 2.540 kasus, lalu Kota Bogor dengan 1.942 kasus, Kabupaten Bandung Barat dengan 1.903 kasus, serta Kota Kendari dengan 1.659 kasus.

Melihat kondisi ini, Nadia mengimbau agar pemerintah daerah setempat terus mengedukasi masyarakat soal program menguras, mengubur, menutup sumber air (3M).

Dia juga mengatakan pasien DBD di Indonesia paling banyak didominasi anak-anak rentang usia lima hingga 14 tahun. Namun risiko tertular dan sakit DBD juga terjadi pada masyarakat usia dewasa.

"baik anak-anak maupun orang dewasa memiliki risiko yang sama. Namun, orang dewasa memiliki risiko gejala berat yang lebih kecil. Risiko untuk tertular atau sakit DBD pada dewasa itu sama seperti anak-anak, tapi untuk menjadi gejala berat itu orang dewasa jauh lebih kecil kemungkinannya dibandingkan anak-anak," ujarnya. (*)

Sumber : CNNIndonesia | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.