07 April 2025

Get In Touch

Minta Gugatan Bedak Bayi Diduga Picu Kanker Dicabut, Johnson & Johnson Siapkan USD 6,4 M Uang Damai

Minta Gugatan Bedak Bayi Diduga Picu Kanker Dicabut, Johnson & Johnson Siapkan USD 6,4 M Uang Damai

WASHINGTON (Lenteratoday)-Raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Johnson & Johnson (J&J) meminta puluhan ribu penggugatnya soal produk bedak bayi yang dianggap menyebabkan kanker ovarium mencabut gugatannya. Bahkan mereka menyiapkan uang damai sebesar USD 6,475 miliar.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (4/5/2024), perusahaan ini menghentikan penjualan bedak bayinya di Amerika Utara pada tahun 2020, dan di seluruh dunia pada tahun 2023.
J&J kini menjual susu formula, meski tetap menekankan keamanan produk bedak.

Dalam investigasi yang dilakukan oleh Reuters dan New York Times, J&J mengkhawatirkan keberadaan asbes dalam produk bedak talk mereka selama beberapa dekade. Namun mereka berupaya merahasiakan informasi tersebut.

Kesepakatan itu akan memungkinkan J&J untuk menyelesaikan tuntutan hukum melalui pengajuan kepailitan ketiga pada anak perusahaannya.

Sekitar 75% penggugat yang menyatakan bahwa mereka dirugikan oleh produk talk J&J harus menyetujui kesepakatan tersebut. Mereka punya waktu 3 bulan.

Jika konsensus tercapai, maka J&J akan menyelesaikan semua klaim kanker ovarium saat ini dan nanti. Hal tersebut mencakup sekitar 99% tuntutan hukum terkait gugatan. Sekitar 54.000 gugatan hukum dipusatkan di proses pengadilan federal di New Jersey, yang disebut litigasi multi-distrik.

Pengadilan telah menolak dua upaya J&J sebelumnya untuk menyelesaikan tuntutan hukum melalui pengajuan kepailitan.
Klarifikasi J&J

J&J, yang menyatakan bahwa produknya tidak mengandung asbes dan tidak menyebabkan kanker. Mereka telah menyiapkan sejumlah pengacara.J&J mengatakan pihaknya yakin bahwa kesepakatan tersebut akan mencapai ambang batas dukungan sebesar 75% yang diperlukan untuk penyelesaian kepailitan.

Sumber: The Guardian,ist/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.