07 April 2025

Get In Touch

Butuh Dana hingga Rp 30 Triliun untuk Bangun Kembali Jembatan Baltimore

Reruntuhan terbentang di geladak kapal kargo Dali, yang menabrak Jembatan Francis Scott Key hingga runtuh, di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (27/3/2024). (Reuters)
Reruntuhan terbentang di geladak kapal kargo Dali, yang menabrak Jembatan Francis Scott Key hingga runtuh, di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (27/3/2024). (Reuters)

WASHINGTON (Lenteratoday) – Menurut pemberitaan Maryland dikutip pada Jumat (3/5/2024), biaya pembangunan kembali jembatan Baltimore yang runtuh sekitar Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun. Tak hanya itu, proyek juga akan memakan waktu lama hingga musim gugur 2028.

Diketahui, Jembatan Francis Scott Key rusak pada 26 Maret setelah ditabrak kapal kargo Dali. Ada sedikitnya 6 korban jiwa.

Departemen Transportasi Maryland menyatakan perkiraan biaya tersebut setelah memperhitungkan tingkat perencanaan negara, yang sesuai dengan proyek serupa dalam skala dan kompleksitas.

Di Kongres, anggota parlemen sedang merumuskan undang-undang yang akan menghilangkan persyaratan saat ini yang meminta negara bagian membayar 10% dari biaya pembangunan kembali dan memastikan tersedianya cukup dana federal untuk pembangunan kembali tersebut.

Maryland mengumumkan bahwa pada akhir Mei mereka akan meminta proposal untuk membangun kembali jembatan tersebut, sambil merencanakan sebuah forum industri yang dijadwalkan pada hari Selasa pekan depan.

Departemen Transportasi AS mengalokasikan dana darurat awal sebesar $60 juta atau sekitar 966 miliar rupiah untuk membersihkan puing-puing dan memulai proses pembangunan kembali jembatan tersebut.

Senator Brian Schatz, yang memimpin sub-komite yang bertanggung jawab atas pendanaan transportasi, menyatakan, "Kami akan memberikan dukungan penuh kepada Baltimore untuk membangun kembali jembatan tersebut."

Senator Chris Van Hollen dari Maryland mengatakan, "Setiap dana yang diperoleh kembali dari tuntutan hukum atas kesalahan yang dilakukan akan dikembalikan kepada para pembayar pajak federal."

Sumber: Reuters
Penerjemah: Aria (mk)/Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.