06 April 2025

Get In Touch

Banyak Manfaatnya, Lakukan Yoga No Fomo Fomo!

Instruktur Yoga Tara Rezzovano dan Peserta Yoga di JW Marriott Surabaya. (Jannatul Firdaus/Lenteratoday)
Instruktur Yoga Tara Rezzovano dan Peserta Yoga di JW Marriott Surabaya. (Jannatul Firdaus/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Banyak manfaat yang diperoleh manusia dalam berolahraga. Salah satunya adalah Yoga. Olahraga yang dilakukan di atas matras ini memiliki manfaat di antaranya adalah meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik, mencegah stres, menurunkan risiko depresi, sampai membuat wajah menjadi lebih glowing.

Namun sayangnya, banyak orang melakukan yoga hanya karena ikut-ikutan, atau yang kini sering disebut fomo. Padahal menurut instruktur yoga Tara Rezzovano, melakukan yoga secara rutin dan menjadikannya daily life dapat mengubah hidup seseorang. Mulai dari perubahan kesehatan fisik, bahkan juga kecantikan.

"Kalau kita cermati dan kita lakukan tiap hari, itu sungguh membantu tubuh kita, apalagi dalam metabolisme tubuh. Memang yoga tidak berkeringat. Tapi dia berkeringat dari dalam, dia nge-burning seluruh kalori kita di dalam," jelas Tara saat sedang menjadi instruktur yoga pada Sabtu (16/12/2023) di JW Marriott Hotel Surabaya.

Ia juga mengungkapkan bahwa melakukan yoga secara rutin dapat membuat wajah menjadi glowing. Melakukan gerakan cium lutut contohnya. Dari tulang punggung akan menghasilkan sedikit hyaluronic acid yang merupakan glukagen dari tubuh seseorang. Itulah yang bisa membuat wajah menjadi glowing.

Selain cium lutut, juga ada posisi inversion dari atas ke bawah. Di mana kepala selalu ke bawah seperti Downward Facing Dog. "Thats why selalu dibilang selesai yoga kok lebih glowing ya? kok kulitmu lebih oke ya?" gitu. Ya lebih seger dan fresh gitu," ungkapnya.

Menanggapi orang-orang yang fomo terhadap yoga, ia sangat menyarankan untuk mengubah mindset itu. Yoga harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan perhatian. Koneksi antara tubuh dan jiwa harus benar-benar utuh, tanpa adanya embel-embel fomo atau hanya untuk lifestyle.

Karena jika hanya karena fomo, orang akan bertahan dua sampai tiga bulan saja, kemudian tak melakukannya lagi. Namun jika sudah menjadi daily life, orang tersebut akan adiktif dan candu dan melakukannya setiap hari.

"Jadi itu akan ada rasa candu meskipun itu 15 sampai 30 menit. Itu lebih penting untuk tubuh, jiwa, dan pikiran. Kan sekarang ini untuk menjaga kewarasan itu susah. So you have to do yoga for daily life," tegasnya. (*)

Reporter : Jannatul Firdaus | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.