04 April 2025

Get In Touch

PLTS Terapung Cirata Inspirasi Baru dalam Meningkatkan Kontribusi Energi Terbarukan di Indonesia

PLTS Terapung Cirata Inspirasi Baru dalam Meningkatkan Kontribusi Energi Terbarukan di Indonesia

Oleh: Andhika Wahyudiono*

PLTS terapung yang terletak di Cirata hampir rampung dibangun dan akan menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan Masdar dari Uni Emirat Arab. PLTS ini akan memiliki kapasitas 192 MWp dan mampu menyerap lebih dari 1.400 tenaga kerja lokal. Presiden Joko Widodo secara resmi akan meresmikan proyek ini pada awal November.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN, menyatakan bahwa saat ini proyek PLTS sedang dalam tahap uji coba dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada Oktober 2023 saat perayaan Hari Listrik Nasional. Dengan menggunakan teknologi canggih dalam PLTS ini, PLN telah melahirkan kompetensi baru.

PLTS terapung merupakan jenis PLTS yang terpasang di atas air. Hal ini memungkinkan untuk memaksimalkan penggunaan area air yang luas. Selain itu, kelebihan lain PLTS terapung adalah pengurangan emisi karbon, karena energi yang dihasilkan bersumber dari energi terbarukan.

PLTS terapung di Cirata akan menambah pasokan listrik di Indonesia dan membantu memenuhi target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Dalam rencana pemerintah, Indonesia akan memiliki 23% kontribusi dari energi terbarukan pada tahun 2025.

Proyek ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar proyek PLTS terapung. Proyek ini menyerap lebih dari 1.400 pekerja lokal dan memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar proyek.

Selain itu, proyek PLTS terapung di Cirata menjadi salah satu gambaran bahwa Indonesia mendukung keberlanjutan lingkungan di era industri 4.0. Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan seiring perubahan iklim global.

Teknologi canggih yang digunakan dalam PLTS terapung di Cirata juga menjadi pengembangan baru dalam bidang pengembangan teknologi di Indonesia. Pengembangan teknologi dan energi terbarukan menjadi kunci penting untuk melindungi lingkungan dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Dengan kehadiran PLTS terapung di Cirata, Indonesia semakin maju dalam bidang pengembangan teknologi energi terbarukan. Diharapkan, penggunaan energi terbarukan di Indonesia terus meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan keberlanjutan lingkungan dan perlindungan iklim global.

Proyek PLTS terapung di Cirata bukan hanya memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan teknologi di Indonesia. Teknologi canggih yang digunakan dalam proyek ini dapat memacu inovasi dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.

Selain itu, PLTS terapung di Cirata menjadi contoh baik bagi proyek-proyek serupa di seluruh dunia. Penggunaan energi terbarukan semakin menjadi kebutuhan mendesak bagi dunia, dan proyek ini menunjukkan bagaimana teknologi energi terbarukan dapat menghasilkan energi yang bersih dan berkelanjutan.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Cirata yang menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara merupakan sebuah contoh baik dalam memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. PLTS terapung ini diresmikan pada bulan Desember 2020 dan kini telah beroperasi secara penuh, memberikan energi bersih di wilayah Jawa Barat. Proyek ini menjadi tanda harapan bagi peningkatan penggunaan energi terbarukan di masa depan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang peduli dengan keberlanjutan lingkungan.

Proyek PLTS terapung ini sejatinya adalah proyek kerjasama antara PT PLN dengan Abu Dhabi Future Energy Company Masdar asal Uni Emirat Arab. Dalam proyek ini, PLTS terapung diinstalasikan di atas waduk Cirata dengan kapasitas terpasang sebesar 145 MWp. Proyek ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi tanda bahwa Indonesia serius dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan sebagai alternatif penghasil listrik yang bersih. Proyek ini juga melibatkan lebih dari 800 pekerja lokal dan 68 perusahaan lokal dalam proses konstruksinya.

Dari sisi lingkungan, proyek PLTS terapung di Cirata memberikan dampak positif melalui pengurangan emisi karbon. Menghasilkan energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi fosil dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti polusi dan pemanasan global. Selain itu, PLTS terapung ini juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem waduk Cirata dan menjaga kualitas airnya terutama dengan pengembangan populasi ikan.

Masyarakat setempat juga merasakan dampak positif dari proyek PLTS terapung ini. Selain dipekerjakan sebagai pekerja konstruksi, ada juga masyarakat setempat yang diajarkan teknologi dalam memelihara panel surya yang terpasang di atas waduk Cirata. Dengan cahaya matahari yang melimpah di wilayah Jawa Barat, teknologi ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan energi matahari dan meningkatkan keberlangsungan ekonomi di daerah tersebut.

Melalui proyek PLTS terapung di Cirata, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasikan penggunaan sumber energi terbarukan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi masalah lingkungan. PLTS terapung ini menjadi contoh baik dalam menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Harapannya, Indonesia akan semakin giat dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan dan mengurangi penggunaan sumber energi fosil guna menjaga keberlangsungan lingkungan di masa depan.

*) Dosen UNTAG Banyuwangi

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera.co.
Lentera.co.